alexametrics

Langgar Aturan, Perilaku Pesepeda di Palembang Viral di Medsos

loading...
Langgar Aturan, Perilaku Pesepeda di Palembang Viral di Medsos
Video sekelompok pesepeda di Palembang bersepeda di area pendestrian yang selama ini khusus digunakan pejalan kaki viral beredar di media sosial (medsos). Foto/Ist
A+ A-
PALEMBANG - Olahraga bersepeda sedang tren, tak terkecuali Kota Palembang. Namun sayang, perilaku peggiat olahraga pesepeda terkadang melanggar aturan. Seperti dalam video viral yang beredar di media sosial (medsos), di mana sekelompok komunitas pesepeda di Palembang yang bersepeda di area pendestrian yang selama ini khusus digunakan pejalan kaki.

Dari video yang berdurasi 21 detik di sejumlah akun media sosial instagram tersebut, terlihat rombongan pesepeda di Palembang mengayuh sepeda di area pedestrian Sungai Sekanak Palembang. Hal itu mendapat respons masyarakat. Putra (35) mengatakan pesepeda harus memberikan contoh yang baik. Meskipun bersepeda untuk olahraga, namun harus ikuti aturan yang ada. (Baca juga: Daftarkan Anak ke SMAN 1 Batam, Wali Murid Malah Dipekosa)

"Itu jelas melanggar aturan, itu kan untuk pejalan kaki. Harusnya mereka menghargai aturan dari pemerintah setempat, harus patuhi apalagi komunitas-komunitas sepeda. Karena itu bisa menjadi contoh buruk bagi pesepeda lain, karena bisa saja nanti akan banyak yang meniru seperti itu. Padahal jelas sekali pendestrian khusus pejalan kaki, apalagi itu di lokasi wisata," ujar Putra di kolom komentar salah satu medsos di Palembang. (Terima Suap, Eks Bupati Indramayu Supendi Divonis 4,5 Tahun)

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani memastikan telah melihat video itu. Isnaini juga menyayangkan aksi para pesepeda tersebut. "Saya sudah lihat video viral itu, karena saya juga kan hobi buka instagram. Memang itu selayaknya untuk pejalan kaki, itu adalah pendestrian apung," kata Isnaini kepada SINDOnews, Selasa (7/7/2020).



Meskipun begitu, Isnaini mengaku telah menyiapkan jalan khusus untuk pesepeda. Jalan khusus itu berada di sisi atas trotoar. "Kalau di bagian atas pinggir sungai, memang itu untuk sepeda ya, tapi kalau di bawah itu pendestrian apung namanya dan diutamakan untuk pejalan kaki. Saya lihat, fotonya juga saya sudah lihat banyak," kata Isnaini.

Isnaini melihat aktivitas pesepeda tersebut dalam dua aspek. Pertama soal konstruksi dan fungsi trotoar terapung. "Secara kontruksi itu mungkin tahan, tetapi kalau terus-menerus pasti tidak tahan juga. Bisa rusak. Kalau soal fungsi, itu yang bukan fungsinya untuk pesepeda, tapi untuk pejalan kaki," tandasnya.
(shf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak