alexametrics

Kasus COVID-19 di Jatim Tak Kunjung Turun, Ini Usulan Kapolda

loading...
Kasus COVID-19 di Jatim Tak Kunjung Turun, Ini Usulan Kapolda
Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A+ A-
SURABAYA - Saat ini, penambahan jumlah pasien COVID-19 terbanyak masih berada di Surabaya Raya. Kapolda Jatim, Irjen. Pol. M. Fadil Imran mewacanakan sejumlah langkah untuk menekan angka kasus positif COVID-19 di Jatim yang masih tinggi.

(Baca juga: Kembali Guncang Blitar-Kediri, Gempa Kali Ini Tak Sekencang Sebelumnya)

Pada Senin (6/7/2020), data Pemprov Jatim menunjukkan, secara total kasus positif COVID-19 di Surabaya 6.517 kasus dan merupakan yang tertinggi di Jatim. Disusul Sidoarjo sebanyak 2.023 kasus dan Gresik sebanyak 923 kasus. Untuk pasien COVID-19 yang sembuh, di Surabaya sebanyak 3.006 orang, Sidoarjo 268 orang dan Gresik 104 orang.

Sedangkan yang meninggal dunia di Surabaya sebanyak 525 orang, Sidoarjo 128 orang dan Gresik 91 orang. "Ada empat poin wacana alternatif solusi yang bisa diterapkan di Surabaya Raya untuk menekan kasus COVID-19," kata Fadil saat rapat analisa dan evaluasi (anev) di Mapolda Jatim, Senin (6/7/2020) malam.



(Baca juga: Polres Blitar Kota Gulung Pengedar Sabu Jaringan Pengusaha)

Empat poin tersebut antara lain, plan A dilakukan dengan menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan penerapan new normal berdasarkan epidemiologi peningkatan kesadaran masyarakat. Plan B dengan meneruskan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).



Plan C, merumuskan pembatasan berbasis kelurahan atau kecamatan dalam radius 100 hingga 200 meter dari pusat konfirmasi warga yang positif COVID-19. Plan D, menerapkan kembali PSBB di kelurahan atau kecamatan selama 14 hari penuh. "Empat poin itu baru wacana dan belum diputuskan. Namun, segala sesuatunya kita harus persiapkan," ujar Fadil.

(Baca juga: Tak Terbendung, Kasus Positif COVID-19 di Blitar Jadi 38 Kasus)

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan anev ini dilakukan sesuai perintah Presiden Joko Widodo yang meminta adanya penurunan kasus COVID-19 di Jatim dalam dua minggu. "Langkah ini juga untuk mencari solusi bagaimana penanganan COVID-19 yang tepat di Jatim, terutama di Surabaya Raya yang kasusnya paling tinggi," katanya.

Pada Senin (6/7/2020), pasien positif COVID-19 di Jatim bertambah 301 orang. Dari angka 13.997 kasus menjadi 14.298 kasus. Penambahan kasus baru terbanyak dari Surabaya sebanyak 59 kasus, Sidoarjo 45 kasus dan Gresik 29 kasus. Di Jatim, jumlah pasien COVID-19 yang sembuh sebanyak 5.111 orang dan yang meninggal dunia 1.089 orang.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak