Kecantol Wanita Selingkuhan, Oknum Perwira Polisi Iptu HJ Telantarkan 6 Anak dan Istri

Kamis, 22 September 2022 - 14:17 WIB
loading...
Kecantol Wanita Selingkuhan, Oknum Perwira Polisi Iptu HJ Telantarkan 6 Anak dan Istri
Oknum perwira polisi di Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan, didakwa melakukan KDRT setelah menelantarkan istri dan enam anaknya, demi wanita selingkuhan. Foto/iNews TV/Guntur
A A A
PALEMBANG - Seorang oknum perwira polisi berinisial Iptu HJ, yang sehari-hari bertugas di Polres Lubuklinggau, menjalani sidang di PN Palembang. Iptu HJ didakwa melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena tega menelantarkan enam anak dan istri demi wanita selingkuhan.

Baca juga: Kasus Hukum Suami Aniaya Istri di OKI Dihentikan, Tersangka Dibebaskan

Mengenakan baju lengan panjang warna hitam bergaris-garis putih, dan celana warna krem, Iptu HJ nampak hanya terdiam saat mendengarkan dakwaan tentang KDRT yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di kursi pesakitan.



Dalam persidangan yang diketuai oleh hakim PN Palembang, Mangapul Manalu tersebut, JPU dari Kejari Palembang, Indah Kumala Dewi juga menghadirkan dua orang saksi, salah satunya istri terdakwa yang juga menjadi korban KDRT, Devi Aprianti.

Baca juga: Cerita Miris di Balik Video Viral Perangkat Desa di Kediri Usung Jenazah ke Pemakaman

Usai persidangan, Indah Kumala Dewi mengungkapkan kronologi peristiwa terjadinya perkara KDRT tersebut. "Sejak 2020 hingga sekarang, saksi korban yang merupakan istri terdakwa tidak diberi nafkah sama sekali," terangnya.

Kecantol Wanita Selingkuhan, Oknum Perwira Polisi Iptu HJ Telantarkan 6 Anak dan Istri


Oknum polisi tersebut, diketahui sudah ditahan oleh Bidpropam Polda Sumsel, untuk menjalani proses hukum. Terdakwa didakwa melanggar Pasal 49 huruf a junto Pasal 9 Ayat 1 UU No. 23/2004 tentang KDRT, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Baca juga: Terlanjur Lepas Baju dan Mandi Keringat di Ranjang Hotel, 4 Pasangan Mesum Panik Digedor Petugas

Sementara Devi Aprianti yang hadir dalam persidangan tersebut, tak kuasa menahan tangis kepiluan. Dia berharap mendapatkan keadilan, dan terdakwa diberi hukuman yang setimpal, termasuk dipecat dari kepolisian.

"Saya dan anak-anak ditelantarkan, dan tidak diberi nafkah sama sekali, karena ada wanita lain. Baru setelah saya melapor ke polisi, ada kiriman wesel Rp500 ribu. Saya berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya," tegasnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1349 seconds (10.101#12.26)