Balita yang Dianiaya Ibu Kandung di Lampung Utara Dititipkan ke Pondok Pesantren

Minggu, 11 September 2022 - 18:23 WIB
loading...
Balita yang Dianiaya Ibu Kandung di Lampung Utara Dititipkan ke Pondok Pesantren
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Lampura dr. Maya Natalia Manan. Foto: MPI/Jimi Irawan
A A A
LAMPUNG UTARA - Kondisi balita yang menjadi korban penganiayaan ibu kandungnya, di Lampung Utara sehat dan baik-baik saja. Kini, bocah malang berusia 1,5 tahun itu dititipkan di Yayasan Nurul Muttaqin Kotabumi.

“Balita dititipkan ke Yayasan. Alhamdulillah kondisinya dalam keadaan baik. Untuk ibunya sendiri akan bertemu dengan psikolog pada Selasa mendatang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PPPA) Lampura dr. Maya Natalia Manan, Minggu (11/9/2022).

Baca juga: Sadis! Ibu Muda di Lampung Utara Tega Aniaya Anak Kandung

Sebelumnya, ibu korban direncanakan bertemu dengan psikolog pada Jumat(9/9) lalu. Namun, tertunda karena ada halangan. Nantinya bila dirasa kurang saat pemeriksaan akan dilanjutkan dengan asesmen oleh psikolog klinis di Bandarlampung.



Saat ini pihaknya bersama Dinas Sosial tengah berupaya untuk membuat surat permohonan ke Polres Lampung Utara agar ibu korban tidak diproses secara hukum.

“Kita sudah bolak balik dari PPPA dan Dinas Sosial, sudah dibuatkan surat permohonan ke polres, supaya ibunya tidak diproses secara hukum karena masih ada balita yang harus diasuh bersama kakaknya. Mudah-mudahan permohonan kita ini bisa diterima,” kata dia.

Baca juga: Balita yang Dianiaya Ibu Kandungnya Diserahkan ke Dinsos Lampung Utara untuk Diasuh

Maya melanjutkan, pihaknya sudah mengantar anak tersebut dari Polres Lampura ke Rumah Sakit Daerah(RSD) H. M. Ryacudu Kotabumi untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan korban tidak perlu dirawat dan kondisinya stabil. Nantinya pihak PPPA akan memberikan pendampingan kejiwaan kepada ibu dan anak.

“Kita berharap anak dan ibunya kondisi kejiwaannya dalam keadaan sehat,” tandasnya.
(nic)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1602 seconds (11.97#12.26)