Wakil Kepala Sekolah Cambuk Siswa karena Tidak Mampu Menjawab Pertanyaan dengan Sempurna

Jum'at, 02 September 2022 - 11:48 WIB
loading...
Wakil Kepala Sekolah Cambuk Siswa karena Tidak Mampu Menjawab Pertanyaan dengan Sempurna
Ilustrasi anak korban kekerasan. Foto: Istimewa
A A A
BAUBAU - Gara-gara tidak dapat memuaskan pertanyaan guru saat belajar mengajar di dalam kelas, seorang siswa SMP di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban penyiksaan oknum guru.

Korban dicambuk dengan rotan berkali-kali. Pihak orangtua yang tidak terima anaknya disiksa seperti itu, akhirnya melaporkan sang guru ke polisi. Peristiwa ini pun viral setelah diunggah ke media sosial.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo mengatakan, korban merupakan siswa Kelas 3 SMPN 19 Kota Baubau.

Baca juga: Hukum Cambuk di Aceh, 10 Penjudi Dieksekusi di Depan Masjid

"Korban mendapatkan hukuman cambuk tersebut karena tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan saat diberikan pertanyaan oleh oknum guru yang juga wakil kepala sekolah di sekolah itu," katanya, Jumat (2/9/2022).

Aksi penganiayaan oknum guru ini terungkap setelah foto-foto korban beredar di media sosial. Pihak kepolisian yang mengetahui unggahan itu pun melakukan penyelidikan untuk melacak keberadaan sekolahnya.

"Kurang dari satu jam, setelah mendapatkan informasi dari media sosial, petugas berhasil mengidentifikasi TKP di SMPN 19 Baubau dan langsung mendatangi sekolah itu untuk dilakukan konfirmasi," jelasnya.

Baca: Kedapatan Mesum dalam Mobil, Oknum PNS di Aceh Dihukum Cambuk

Dari pemeriksaan, oknum guru yang diduga melakukan penganiayaan itu akhirnya mengakui semua perbuatannya.

"Dari pengakuan korban, penganiayaan terjadi pada Rabu kemarin. Korban dicambuk dengan menggunakan rotan pada bagian belakang tubuhnya berkali-kali oleh oknum guru bernama La Badudi (40)," terangnya.

Saat ini, korban sudah diarahkan untuk melakukan visum. Sementara rotan yang digunakan oknum guru untuk memukuli siswa telah diamankan. Selanjutnya, pelaku terancam UU Perlindungan Anak.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1834 seconds (11.252#12.26)