BBM Bersubsidi Sulit Didapat, Ratusan Nelayan di Medan Tidak Melaut
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 17:37 WIB
loading...
Ilustrasi perahu nelayan. Foto: Istimewa
A
A
A
MEDAN - Ratusan kapal nelayan di kawasan Medan Utara, khususnya di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, tidak melaut karena BBM jenis solar bersubsidi mahal dan sudah didapat.
Anhar, salah satu nelayan mengatakan, selama tidak melaut para nelayan terpaksa mengganti pekerjaan lain dan banyak juga yang menganggur karena tidak memiliki keahlian.
"Harga BBM bersubsidi saat ini mencapai Rp8.500. Sebelumnya hanya Rp7.000 perliter. Kami berharap pemerintah meninjau kembali harga BBM. Apalagi sekarang pendapatan nelayan merosot," katanya, Sabtu (27/8/2022).
Baca juga: Penghasilan Nelayan Anjlok, Satpolair Polres Gresik Bantu Nelayan
Selama ini, para nelayan mendapatkan pasokan BBM dari SPBU dan agen. Namun, karena banyak BBM oplosan membuat mesin kapal menjadi cepat rusak. Ditambahkan, untuk mendapatkan solar cukup sulit.
Anhar, salah satu nelayan mengatakan, selama tidak melaut para nelayan terpaksa mengganti pekerjaan lain dan banyak juga yang menganggur karena tidak memiliki keahlian.
"Harga BBM bersubsidi saat ini mencapai Rp8.500. Sebelumnya hanya Rp7.000 perliter. Kami berharap pemerintah meninjau kembali harga BBM. Apalagi sekarang pendapatan nelayan merosot," katanya, Sabtu (27/8/2022).
Baca juga: Penghasilan Nelayan Anjlok, Satpolair Polres Gresik Bantu Nelayan
Selama ini, para nelayan mendapatkan pasokan BBM dari SPBU dan agen. Namun, karena banyak BBM oplosan membuat mesin kapal menjadi cepat rusak. Ditambahkan, untuk mendapatkan solar cukup sulit.
Lihat Juga :