Kerap Ceramah Keras, Habib Bahar: NKRI dan UUD 1945 Harga Mati

Jum'at, 22 Juli 2022 - 07:31 WIB
loading...
Kerap Ceramah Keras, Habib Bahar: NKRI dan UUD 1945 Harga Mati
Bahar bin Smith menegaskan, NKRI dan UUD 1945 sebagai harga mati. Foto SINDOnews
A A A
BANDUNG - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks , Habib Bahar bin Smith menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai harga mati.

Penegasan tersebut disampaikan Bahar bin Smith saat menjawab pertanyaan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung terkait ceramahnya yang kerap disampaikan secara keras dan tegas dalam sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (21/7/2022). Baca juga: Bahar bin Smith Kecewa Ceramahnya yang Lemah Lembut Kerap Tak DiviralkanDaerahBahar bin Smith Kecewa Ceramahnya yang Lemah Lembut Kerap Tak Diviralkan



Bahar menjelaskan, ceramahnya yang keras dan tegas menjadi wujud perlawanannya terhadap kezaliman. Dia juga menegaskan bahwa ceramahnya bukan untuk memprovokasi jemaah, termasuk saat dia berceramah di Kabupaten Bandung yang kini diperkarakan.

"Karena saya meletakkan di hati mereka bahwa cinta Tanah Air sebagian dari pada iman. Barang siapa yang tidak punya cinta Tanah Air, tidak beriman. Jadi itu penguatan kembali, NKRI dan UUD itu harga mati," tegas Bahar.

Bahar juga menegaskan bahwa baginya, ada dua cara untuk melawan kezaliman pemerintah. Selain dengan berceramah, cara lainnya yakni melalui jalur konstitusi.

"Kita negara konstitusi, maka bisa melawan kezaliman dengan demo atau ada kebijakan kemudian mengadu ke DPR, bisa juga kita nasihati pemerintah. Tapi yang penting, ceramah saya itu sudah merupakan amar ma'ruf nahi munkar, melawan kezaliman," tegasnya lagi.

Lebih lanjut Bahar mengatakan, Indonesia merupakan negara konstitusi yang menjamin kebebasan masyarakatnya dalam menyampaikan aspirasi. Meski begitu, Bahar menyatakan bahwa dirinya tidak anti pemerintah. Artinya, kata Bahar , jika ada kebijakan pemerintah yang baik, maka jangan dilupakan.

"Dari situ mereka (jemaah) bisa paham, berarti kita melawan kedzaliman, tapi kalau tidak ada kedzaliman ya tidak perlu," katanya. Baca juga: Luruskan Berita Hoaks, Gus Miftah: Ganjar Itu Sahabat Saya

Oleh karenanya, Bahar menganggap bahwa ceramahnya di Kabupaten Bandung yang kini diperkarakan bukan untuk melawan pemerintah.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1036 seconds (10.55#12.26)