Sebar Hoaks Bakso Tikus, Konten Kreator di Surabaya Diringkus Polisi
Senin, 19 Agustus 2024 - 08:16 WIB
loading...
Konten kreator yang terlibat, Derry (27), warga Platuk Sidotopo, Surabaya, berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Foto/Nur Syafei/iNewsTV
A
A
A
SURABAYA - Kasus penyebaran hoaks mengenai bakso tikus yang sempat menghebohkan jagat media sosial akhirnya menemukan titik terang. Konten kreator yang terlibat, Derry (27), warga Platuk Sidotopo, Surabaya, berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Derry menjadi sorotan setelah videonya yang menampilkan klaim palsu tentang bakso tikus dari Kedai Bakso Ronggolawe viral di media sosial. Video berdurasi dua menit yang diunggahnya melalui akun TikTok @JuraganKartunLama tersebut langsung memicu keresahan di kalangan masyarakat Surabaya. Banyak warga yang merasa cemas dan ragu untuk mengonsumsi bakso, menyebabkan penurunan drastis hingga 80 persen pada penjualan di kedai tersebut.
Setelah viral, polisi segera melakukan penyelidikan dan memanggil beberapa saksi serta ahli dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa klaim yang dibuat dalam video tersebut adalah tidak benar. Bakso yang dijual di Kedai Ronggolawe terbukti bukan terbuat dari daging tikus, melainkan daging sapi seperti biasa.
Baca Juga: Hindari Hoaks, Pastikan Informasi Terverifikasi
Derry sendiri mengakui bahwa video tersebut dibuat hanya untuk iseng. Ia mendapatkan video hoaks tersebut dari sebuah akun WhatsApp dan memutuskan untuk menyebarkannya tanpa verifikasi lebih lanjut. Tindakan Derry ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya terkait pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.
Derry menjadi sorotan setelah videonya yang menampilkan klaim palsu tentang bakso tikus dari Kedai Bakso Ronggolawe viral di media sosial. Video berdurasi dua menit yang diunggahnya melalui akun TikTok @JuraganKartunLama tersebut langsung memicu keresahan di kalangan masyarakat Surabaya. Banyak warga yang merasa cemas dan ragu untuk mengonsumsi bakso, menyebabkan penurunan drastis hingga 80 persen pada penjualan di kedai tersebut.
Setelah viral, polisi segera melakukan penyelidikan dan memanggil beberapa saksi serta ahli dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya. Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa klaim yang dibuat dalam video tersebut adalah tidak benar. Bakso yang dijual di Kedai Ronggolawe terbukti bukan terbuat dari daging tikus, melainkan daging sapi seperti biasa.
Baca Juga: Hindari Hoaks, Pastikan Informasi Terverifikasi
Derry sendiri mengakui bahwa video tersebut dibuat hanya untuk iseng. Ia mendapatkan video hoaks tersebut dari sebuah akun WhatsApp dan memutuskan untuk menyebarkannya tanpa verifikasi lebih lanjut. Tindakan Derry ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya terkait pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.
Lihat Juga :