Perjuangan Brigadir Polisi Mudiyanto Cerdaskan Anak Bangsa di Perbatasan Indonesia

Jum'at, 01 Juli 2022 - 16:16 WIB
loading...
Perjuangan Brigadir Polisi Mudiyanto Cerdaskan Anak Bangsa di Perbatasan Indonesia
Brigadir Polisi Mudiyanto, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, berjuang mencerdaskan anak bangsa di perbatasan Indonesia, melalui perpustakaan keliling. Foto/iNews TV/Alfie Al Rasyid
A A A
NATUNA - Siang yang terik tak menyurutkan keceriaan anak-anak di salah satu sekolah dasar di Pulau Natuna. Mereka langsung berlari berhamburan menyerbu motor roda tiga yang dikemudikan Brigadir Polisi Mudiyanto.

Baca juga: Kisah Aipda Nasaruddin, Bhabinkamtibmas yang Ajarkan Mengaji Gratis untuk Anak-anak

Anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Bunguran Timur tersebut, datang sambil membawa ratusan buku bacaan. Buku-buku itu ditata rapi di dalam boks motor roda tiga yang dikemudikannya.



Setiap hari, anggota Korps Bhayangkara ini selalu keliling dari satu sekolah ke sekolah lain, dan dari kampung ke kampung di wilayah hukum Polsek Bunguran Timur. Dia dengan penuh semangat, membawakan buku-buku untuk anak-anak yang hidup di wilayah perbatasan itu.

Baca juga: Dramatis! Prajurit TNI AD Selamatkan Orangutan yang Tersesat Kembali ke Habitatnya

Polisi ramah yang murah senyum ini, selalu mengendarai motor roda tiga dalam menjalankan tugasnya. Di sela-sela melakukan tugas sebagai polisi yang menganyomi dan menjaga keamanan masyarakat, Mudiyanto mengajak anak-anak untuk gemar membaca.

Motor roda tiga itu telah disulapnya menjadi perpustakaan keliling. Kehadiran anggota Bhabinkamtibmas ini, selalu dinanti anak-anak yang hidup di sisi utara perbatasan Indonesia tersebut.

"Awalnya saat saya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, menemukan persoalan kurangnya bahan bacaan dan keinginan anak-anak untuk membaca. Akhirnya, saya mencoba mencari solusinya dengan membuat perpustakaan keliling," ungkap Mudiyanto.

Baca juga: Anggaran Kurang, Pemilihan Pangulu Serentak di Simalungun Terancam Tertunda
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1144 seconds (10.55#12.26)