Gempar! Wali Kota Malang Minta Pejabat Pantau Bisnis Seks Lewat Medsos
Selasa, 15 Maret 2022 - 16:36 WIB
loading...
Wali Kota Malang, Sutiaji. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MALANG - Ada-ada saja upaya Wali Kota Malang, Sutiaji untuk mencegah tindakan mesum dan bisnis prostitusi di rumah kos dan hotel kelas melati. Para pejabat di lingkungan Pemkot Malang, diminta memantau bisnis lendir tersebut melalui aplikasi media sosial (Medsos).
Baca juga: Asik Berhubungan Seks di Hotel, 2 PSK Online dan Germo Digerebek
Pria yang akrab disapa Sam Sutiaji ini mengaku, dari laporan masyarakat sekitar satu bulan lalu, ditindak lanjuti dengan penelusuran yang dilakukannya bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati, bersama anggota Satpol PP Kota Malang.
"Awalnya banyak laporan masyarakat, lalu saya minta anggota Satpol PP Kota Malang, untuk memantau lewat aplikasi percakapan di medsos. Dari pantauan itu, akhirnya saya dapat laporan datanya. Akhirnya saya sama Ketua Tim Penggerak PKK melakukan sidak ke pemondokan (rumah kos)," tuturnya.
Baca juga: Dramatis! Begini Penampakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kota Malang
Dari sidak yang dilakukan, Sutiaji menemukan banyak pemondokan atau kamar kos yang dipakai untuk kegiatan prostitusi online. Setiap pemondokan itu, ditemukan antara 5-18 gadis yang masih belia melayani pria hidung belang.
Baca juga: Asik Berhubungan Seks di Hotel, 2 PSK Online dan Germo Digerebek
Pria yang akrab disapa Sam Sutiaji ini mengaku, dari laporan masyarakat sekitar satu bulan lalu, ditindak lanjuti dengan penelusuran yang dilakukannya bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati, bersama anggota Satpol PP Kota Malang.
"Awalnya banyak laporan masyarakat, lalu saya minta anggota Satpol PP Kota Malang, untuk memantau lewat aplikasi percakapan di medsos. Dari pantauan itu, akhirnya saya dapat laporan datanya. Akhirnya saya sama Ketua Tim Penggerak PKK melakukan sidak ke pemondokan (rumah kos)," tuturnya.
Baca juga: Dramatis! Begini Penampakan Evakuasi Korban Banjir Bandang di Kota Malang
Dari sidak yang dilakukan, Sutiaji menemukan banyak pemondokan atau kamar kos yang dipakai untuk kegiatan prostitusi online. Setiap pemondokan itu, ditemukan antara 5-18 gadis yang masih belia melayani pria hidung belang.
Lihat Juga :