Menyayat Hati, Bayi di Kandungan Rusmini Meninggal usai Digotong Lewati Jalan Rusak Berlumpur

Selasa, 18 Januari 2022 - 20:01 WIB
loading...
Menyayat Hati, Bayi di Kandungan Rusmini Meninggal usai Digotong Lewati Jalan Rusak Berlumpur
Bayi dalam kandungan Rusmini akhirnya meninggal usai digotong melewati jalan rusak berlumpur di Kecamatan Rawas Ilir, Muratara, Sumatera Selatan. Foto/SINDOnews/Dede Febriansyah
A A A
MURATARA - Bayi dalam kandungan Rusmini akhirnya meninggal usai digotong melewati jalan rusak berlumpur di Kecamatan Rawas Ilir, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Perjuangan ibu hamil Rusmini saat akan melahirkan viral di media sosial (medsos) tak kala harus digotong warga dan tenaga kesehatan dengan tandu untuk melewati jalan berlumpur.

Baca juga: Miris! Ibu Hamil Mau Melahirkan Terpaksa Digotong Lewati Jalan Berlumpur di Muratara

Rusmini diketahui tinggal di Dusun 7 Sungai Gulo, Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara. Dia harus dirujuk ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Dwi Sari Lubuklinggau.

Ironisnya, diduga jauhnya jarak tempuh, dan akses jalan yang rusak dan berlumpur membuat janin Rusmini meninggal sebelum dilahirkan.

Humas RSIA Dwi Sari, Arum menjelaskan, Rusmini tiba di RSIA Dwi Sari pada Sabtu (15/1/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. "Pasiennya tiba tanggal 15, sekitar jam delapan malam. Dalam kondisi gawat, dan bayi sudah tidak ada atau meninggal," ungkap Arum, Selasa (18/1/2022).

Arum menambahkan, dengan kondisi pasien sudah gawat membuat janin bayi sudah meninggal dalam rahim. Sementara ari-ari bayi sudah keluar, sehingga mengharuskan pasien untuk dicesar.



Baca juga: Jembatan Ambruk dan Tak Ada Jalan Alternatif, Ibu Hamil di Alor Nekat Terobos Banjir

"Pasca dilakukan operasi, keesokan harinya atau Minggu (16/1/2022) pasien pulang dan kondisi pasiennya baik," ujarnya.



Mengenai observasi pasca operasi, Arum menegaskan bahwa tahapan tersebut telah dilakukan. Dan pasien pulang juga dengan izin dokter. "Kalau tidak dalam kondisi baik, dokternya gak mungkin diizinin," katanya.

Terkait riwayat kondisi pasien sebelumnya hingga harus dirujuk ke RS di Lubuklinggau, dan harus melewati RSUD Rupit, pihaknya tidak tahu penyebabnya. Namun saat tiba di RSIA Dwi Sari, memang kondisi pasien sudah sangat gawat. Bahkan bisa dikatakan pasien terlambat tiba di RS.

"Sangat disayangkan. Pasien harusnya bisa sampai ke RS yang lebih lengkap, dengan waktu lebih cepat. Tapi karena kondisi katanya akses jalan kesulitan untuk sampai ke RSIA Dwi Sari," jelasnya.
(shf)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3363 seconds (10.177#12.26)