Kudo Kardono Panglima Majapahit, Sepupu Gajah Mada Penumpas Pemberontakan Ra Kuti

Selasa, 11 Januari 2022 - 05:25 WIB
loading...
Kudo Kardono Panglima Majapahit, Sepupu Gajah Mada Penumpas Pemberontakan Ra Kuti
Makam Panglima Perang Majapahit. Kudo Kardono yang lebih dikenal dengan sebutan eyang. Foto: Okezone
A A A
GAJAH Mada adalah nama yang sangat terkenal di telinga masyarakat Indonesia. Namun tidak banyak orang tahu sang mahapati memiliki sepupu yang juga sakti bahkan menjabat sebagai panglima besar Kerajaan Majapahit .

Dialah Kudo Kardono panglima besar Majapahit yang pernah bersama-sama dengan Kubilai Khan (Kaisar Mongol) mengatur perdagangan rempah-rempah di wilayah Kerajaan Majapahit.

Keperkasaan dan keberaniannya makin terlihat saat berhasil menumpas para pemberontak kerajaan salah satunya yang dilakukan Ra Kuti.

Kudo Kardono Panglima Majapahit, Sepupu Gajah Mada Penumpas Pemberontakan Ra Kuti

Baca juga: Kisah Kertajaya, Raja Kediri yang Mengaku Sebagai Tuhan, Tewas Oleh Serangan Mematikan Ken Arok

Kudo merupakan seorang maestro perang yang dengan gagah berani sampai titik darah penghabisannya mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Kerajaan Majapahit.

Naskah Pararaton menyebutkan bahwa Kerajaan Majapahit didirikan oleh Nararya Dyah Sangramawijaya yang bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana atau yang lebih dikenal dengan nama Raden Wijaya pada tahun 1293 Masehi.

Namun pada masa pemerintahan Jayanegara situasi kerajaan bergolak dan sering terjadi pemberontakan di beberapa wilayah kekuasaan Majapahit. Tak ketinggalan di Surabaya, yakni pemberontakan Ra Kuti pada 1319 Masehi.

Jayanegara kemudian mengirim Pangeran Kudo Kardono untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin Ra Kuti.

Sementara untuk mengatur strategi dan pertahanan perang, Panglima Perang Kerajaan Kudo Kardono mendirikan pertahanan yang belakangan dijadikan sebagai kawasan makam yang kini banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai penjuru.

Kudo Kardono Panglima Majapahit, Sepupu Gajah Mada Penumpas Pemberontakan Ra Kuti

Baca juga: Misteri Warna Merah Darah di Laut Galuh, Pertanda Buruk Sebelum Perang Bubat Pecah
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2508 seconds (10.177#12.26)