Misteri Warna Merah Darah di Laut Galuh, Pertanda Buruk Sebelum Perang Bubat Pecah
Kamis, 23 Desember 2021 - 06:55 WIB
loading...
Sebelum perang bubat pecah, laut di pantai Galuh berwarna merah darah. Foto/Ilustrasi/Ist.
A
A
A
Raja Sunda, Maharaja Linggabuana Wisesa, bersama permaisuri, dan beberapa pejabat istana berangkat ke Majapahit, untuk mengantarkan Dyah Pitaloka Citraresmi, sekaligus melangsungkan pesta pernikahan di ibu kota Majapahit.
Baca juga: Serangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Usai Perang Bubat dan Prasasti Horren
Saat hendak berangkat, rombongan kecil itu dihadapkan dengan peristiwa yang sangat aneh. Air laut tempat kapal-kapal mereka bersandar untuk menuju ibu kota Majapahit, tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah.
Pertanda buruk itu tak dihiraukan oleh Maharaja Linggabuana Wisesa dan rombongannya. Mereka tetap berangkat menuju Majapahit dengan penuh misteri. Tidak terlalu banyak pasukan yang mengiringi perjalanan Maharaja Linggabuana Wisesa ke Majapahit.
Baca juga: Kisah Gunung Semeru, Pasak untuk Pulau Jawa Dihuni Keturunan Asli Majapahit
Perjalanan jauh akan mereka tempuh dari Galuh menuju ibu kota Majapahit di Trowulan. Ratusan rakyat Galuh mengantarkan sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai. Mereka semua menyaksikan misteri air laut yang berubah warna menjadi merah darah itu.
Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka: Membongkar Fakta Kerajaan Sunda Vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, rombongan ini berangkat di hari yang ditentukan ke Majapahit.
Baca juga: Serangan Kerajaan Sunda ke Majapahit Usai Perang Bubat dan Prasasti Horren
Saat hendak berangkat, rombongan kecil itu dihadapkan dengan peristiwa yang sangat aneh. Air laut tempat kapal-kapal mereka bersandar untuk menuju ibu kota Majapahit, tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah.
Pertanda buruk itu tak dihiraukan oleh Maharaja Linggabuana Wisesa dan rombongannya. Mereka tetap berangkat menuju Majapahit dengan penuh misteri. Tidak terlalu banyak pasukan yang mengiringi perjalanan Maharaja Linggabuana Wisesa ke Majapahit.
Baca juga: Kisah Gunung Semeru, Pasak untuk Pulau Jawa Dihuni Keturunan Asli Majapahit
Perjalanan jauh akan mereka tempuh dari Galuh menuju ibu kota Majapahit di Trowulan. Ratusan rakyat Galuh mengantarkan sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai. Mereka semua menyaksikan misteri air laut yang berubah warna menjadi merah darah itu.
Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka: Membongkar Fakta Kerajaan Sunda Vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, rombongan ini berangkat di hari yang ditentukan ke Majapahit.
Lihat Juga :