Tolak Operasi Kapal Isap, Ratusan Nelayan Tebar Jala di Kantor PT Timah

Selasa, 23 November 2021 - 06:30 WIB
Tolak Operasi Kapal Isap, Ratusan Nelayan Tebar Jala di Kantor PT Timah
Ratusan masyarakat nelayan dari 12 desa di Teluk Kelabat Dalam, Kabupaten Bangka, menggelar aksi tebar jala di Kantor PT Timah Tbk, di Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), Senin (22/11/2021). Foto SINDOnews
A A A
PANGKALPINANG - Ratusan masyarakat nelayan dari 12 desa di Teluk Kelabat Dalam, Kabupaten Bangka, menggelar aksi tebar jala di Kantor PT Timah Tbk, di Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), Senin (22/11/2021). Para nelayan menuntut agar operasi kapal isap produksi (KIP) di Teluk Kelabat Dalam dihentikan.

Peserta aksi mengancam akan bertahan hingga tuntutan mereka terpenuhi. Nelayan yang tergabung dalam Forum Nelayan Pecinta Teluk Kelabat Dalam mengaku kecewa, lantaran para petinggi PT Timah tidak datang menemui massa aksi hingga sore hari. Baca juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan Naik hingga 25 Persen di Bangka Tengah

Mereka ingin masuk untuk berdiskusi diadang aparat, namun bertugas. Alhasil, aspirasi hanya disampaikan dari depan pintu masuk dengan alat bantu pengeras suara.

"Kawan-kawan di sini sepakat, kami akan nginap di sini. Itu yang akan kami lakukan jika para petinggi dari PT Timah, Kapolda dan Gubernur tidak juga turun menemui kami. Di samping itu, kami juga akan ke Kementrian KPP untuk memperjuangkan nasib nelayan," kata Ketua Forum Nelayan Pecinta Teluk Kelabat Dalam, Maryono.



Aksi digelar menuntut PT Timah untuk menghentikan operasi KIP, sebab KIP dinilai membunuh mata pencaharian nelayan dan merusak ekosistem laut.

Selain itu, nelayan menutut pihak terkait mencabut Surat Perintah Kerja (SPK) KIP di Teluk Kelabat Dalam dan menolak perpanjangan IUP KIP sampai Mei 2022. Baca juga: PT. Timah Laksanakan Vaksinasi Massal dan Bagikan 300 Paket Sembako

"Menurut informasi, ada sekitar 15 KIP. Di situ mereka bekerja siang malam di wilayah tangkap nelayan 12 desa itu. Dampaknya ke hasil tangkapan ikan kami. Yang biasanya semalam kami bisa dapat Rp500.000 sekarang tinggal Rp100.000," ujar Maryono.
(don)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1937 seconds (10.101#12.26)