Kisah Asmara Raden Wijaya, Persunting Putri Melayu dan Nikahi 4 Anak Kertanegara

Selasa, 23 November 2021 - 05:58 WIB
A A A
Ibu Raden Wijaya, Dyah Lembu Tal, merupakan putri dari Mahisa Campaka atau Narasingharmurti. Sementara Narasingharmuti sendiri, merupakan anak dari Mahisa Wongteleng yang merupakan anak dari Ken Arok dan Ken Dedes.

Ketika Jayakatwang melancarkan serangan ke Singasari, Raden Wijaya ditugaskan Raja Kertanegara untuk menghadang pasukan musuh. Upaya Raden Wijaya yang didukung para panglima perang yang berpengalaman, berhasil menghalau pasukan Jayakatwang yang menyerang dari sisi utara Singasari.

Baca juga: Mulut Berbisa Mahapati, Mengadu Domba para Pejuang Pendiri Majapahit hingga Mati Tragis Sebagai Pemberontak



Tak disangka, ternyata Jayakatwang juga mengerahkan pasukan yang jauh lebih kuat dari sisi selatan Singasari. Serangan dadakan ini, membuat Raja Kertanegara tewas di istananya. Seluruh puteri Raja Kertanegara turut ditawan oleh Jayakatwang.

Riboet Darmosoetopo dalam tulisannya menyebutkan, puteri-puteri Raja Kertanegara, yang ditawan Jayakatwang tersebut, sedianya akan dinikahkan dengan Raden Wijaya. Namun, Raden Wijaya tak menyerah begitu saja, melalui usaha yang gigih akhirnya puteri tertua dari Raja Kertanegara, Dyah Dewi Tribhuwana Parameswari berhasil direbutnya.

Upaya perebutan puteri Raja Kertanegara tersebut, tidaklah mudah. Saat membawa kabur Parameswari, Raden Wijaya dan pasukan yang setia kepadanya terus dikejar pasukan dari Kerajaan Kadiri.

Dalam prasasti Kudadu, disebutkan Raden Wijaya akhirnya bersepakat dengan para prajurit setianya untuk mengungsi ke Madura, untuk berlindung kepada Arya Wiraraja. Saat bertemu Arya Wiraraja, Raden Wijaya disarankan untuk menghamba ke Jayakatwang, dan ketika penghambaan itu diterima, Raden Wijaya disarankan untuk meminta membuka hutan Tarik sebagai kota.

Dari kota baru inilah, strategi menyerang Jayakatwang mulai disusun dengan memanfaatkan kekuatan pasukan Mongol yang datang ke Jawa untuk menghancurkan Raja Kertanegara. Usai berhasil menghancurkan Jayakatwang, pasukan Raden Wijaya balik menyerang pasukan Mongol hingga kocar-kacir.

Baca juga: Kenangan Sertu Ari Baskoro, Selalu Menghormati Orang Tua dan Tak Mengeluh Saat Tugas
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1045 seconds (10.177#12.26)