Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Gagal Dilantik Jadi Kasek, Ibu Guru Ini Merasa Dipermalukan

loading...
Gagal Dilantik Jadi Kasek, Ibu Guru Ini Merasa Dipermalukan
Inilah undangan resmi yang diterima ibu guru Susilawati, untuk pelantikannya sebagai kasek di SDN 3 Bingin Teluk, namun sayang namanya diganti di detik-detik pelantikan. Foto: MPI/Era Neizma Wedya
MURATARA - Susilawati, seorang guru di SDN 3 Bingin Teluk, Kecamatan Rawas Ilir merasa sangat dipermalukan setelah gagal dilantik jadi kepala sekolah (kasek). Padahal, dia telah mendapat undangan resmi akan dilantik bersama kasek lainnya.

Kekecewaan guru Susi semakin terasa karena sudah jauh-jauh datang ke Ibu Kota Kabupaten Muratara hendak ikuti pelantikan menjadi kepala Sekolah di halaman Pemda Muratara, namun saat di absen mendadak gagal dilantik.

Baca juga: Digembok Preman, Belasan Guru di Padang Terkurung dalam Sekolah Berjam-jam

Dia pun kini hanya bisa pasrah, kecewa dan merasa dipermalukan di depan umum. “Saya malu sudah ikut baris di lapangan, tapi mendadak tidak dilantik. Ini bagaimana, saya sempat konfirmasi ke korwil dan diknas, mereka mengaku namanya dobel dan beda Nik. Dan Susilawati yang dimaksud bukan saya," tuturnya.



Pelantikan sejumlah kepala sekolah kamis (14/10/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, di halaman Pemda Muratara. Sedikit menuai kontroversi, kondisi itu dialami Susilawati yang mendapat undangan resmi dari Pemda Muratara untuk mengikuti pelantikan di kantor BPKAD Rupit.

Baca juga: Siswa SD yang Dianiaya di Sekolah Masih Koma, Ibu Korban Pasrah dan Berharap Uluran Tangan

Rencananya, dia akan dilantik menjadi Kepsek SDN 3 Bingin Teluk, dia mengikuti upacara dalam barisan pejabat yang hendak dilantik. Namun saat dipanggil petugas, dengan penyebutan golongan, nama dan Nik dia mendadak dianulir. “Saya malu sudah ikut baris di lapangan tapi mendadak tidak dilantik,” tuturnya.

Dia mengaku tidak ada guru yang namanya sama dengan dirinya, khususnya di wilayah Bingin Teluk, Rawas Ilir, Muratara. Dia mengaku, kegagalan pelantikan itu menjadi trauma mendalam bagi keluarganya dan dirinya pribadi.

“Saya tidak bisa berkata apa apa, dan cuma mengkonfirmasi mengenai masalah ini," bebernya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top