Belajar Jangan Hanya di Kelas, Wagub Jatim Dorong Inovasi Baru Sistem Pembelajaran
Selasa, 12 Oktober 2021 - 12:41 WIB
loading...
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menjadi pembicara seminar yang digelar Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).Foto/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mendorong agar proses mengajar mengutamakan active learning. Sehingga, pembelajaran tak hanya berpacu dalam kelas namun juga luar kelas.
“Oleh sebab itu, perlu mewujudkan dan menumbuhkan inovasi-inovasi baru dalam pembentukan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran memang sudah harus diperbarui, apalagi metode pembelajaran dimana peserta didik hanya sebagai pendengar saja,” katanya saat menjadi pembicara seminar di Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (11/10/2021).
Baca juga: Sambangi Gubernur Khofifah di Grahadi, Dubes Arab Saudi Bahas Kemudahan Umrah
Menurutnya, metode pembelajaran sudah seharusnya di upgrade. Peserta didik juga dituntut untuk aktif. Begitu juga dengan pengajar, bukan hanya menyampaikan materi tapi juga dituntut untuk memberikan pemahaman dan bimbingan kepada peserta didik. “Hidup itu selamanya untuk belajar atau life longs learning, tidak ada batas waktu dalam belajar," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT Unesa, Dedy Rahman Prehanto, menambahkan, era pandemi COVID-19 yang menyebabkan semua aktivitas menjadi terhambat. Salah satunya adalah aktivitas pembelajaran.
“Oleh sebab itu, perlu mewujudkan dan menumbuhkan inovasi-inovasi baru dalam pembentukan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran memang sudah harus diperbarui, apalagi metode pembelajaran dimana peserta didik hanya sebagai pendengar saja,” katanya saat menjadi pembicara seminar di Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (11/10/2021).
Baca juga: Sambangi Gubernur Khofifah di Grahadi, Dubes Arab Saudi Bahas Kemudahan Umrah
Menurutnya, metode pembelajaran sudah seharusnya di upgrade. Peserta didik juga dituntut untuk aktif. Begitu juga dengan pengajar, bukan hanya menyampaikan materi tapi juga dituntut untuk memberikan pemahaman dan bimbingan kepada peserta didik. “Hidup itu selamanya untuk belajar atau life longs learning, tidak ada batas waktu dalam belajar," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT Unesa, Dedy Rahman Prehanto, menambahkan, era pandemi COVID-19 yang menyebabkan semua aktivitas menjadi terhambat. Salah satunya adalah aktivitas pembelajaran.
Lihat Juga :