Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit

loading...
Pemberontakan berikutnya, dilancarkan oleh Nambi pada tahun 1316. Pemberontakan ini, diduga akibat ambisi ayah Nambi, Aria Wiraraja. Sebelum memberontak kepada rajanya, Nambi menjabat sebagai patih istana, namun ayahnya menginginkan Nambi menjadi raja.



Aksi pemberontakan paling dahsyat, adalah yang dilakukan Kuti pada tahun 1319. Di mana Kuti mampu menguasai istana Majapahit, hingga membuat Jayanagara lari mengungsi di Desa Badamder. Namun, berkat kelihaian dan keberanian Gajah Mada dengan pasukan Bhayangkaranya, akhirnya pemberontakan Kuti berhasil ditumpas.

Baca juga: Kisah Calon Arang Usik Raja Airlangga, Gara-gara Cemas Putri Cantiknya Jadi Perawan Tua

Bukan hanya menghadapi pemberontakan dari internal kerajaannya. Jayanagara ternyata juga sempat menghadapi serangan dari pasukan Mongol. Hal ini didasarkan pada kesaksian seorang misonaris Odorico da Pordenone saat mengunjungi Pulau Jawa. Upaya pasukan Mongol menjajah Jawa, berhasil digagalkan oleh pasukan Majapahit.

Kematian raja Majapahit dengan gelar Sri Maharaja Wiralandagopala Sri Sundarapandya Dewa Adhiswara tersebut, menyisakan cerita buruk karena dibunuh oleh abdi dalem kerajaan yang istrinya digoda oleh sang raja.

Usai sang raja mangkat, tahta raja Majapahit dijabat Gayatri yang merupakan ibu suri di Kerajaan Majapahit. Hal ini diakibatkan karena Jayanegara belum memiliki keturunan. Tetapi karena Gayatri telah menjadi seorang Bhiksuni, akhirnya raja Majapahit diisi adik tiri Jayanegara, Dyah Gitarja yang bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi.

Usai Tribhuwana Wijayatunggadewi mundur dari jabatannya sebagai raja, karena Gayatri meninggal dunia. Akhirnya tampuk kepemimpinan Majapahit berpindah ke putra mahkota, Hayam Wuruk, dan bersama Mahapatih Gajah Mada, membawa Majapahit mencapai puncak kejayaan.

Setelah Hayam Wuruk mangkat, peneliti sejarah Riboet Darmosoetopo dalam tulisannya yang berjudul "Sejarah Perkembangan Majapahit ", menyebutkan posisi raja digantikan oleh Wikramawardhana, yang merupakan anak Dyah Nrtta Rajasaduhitecwari.

Baca juga: Kisah Istana Kerajaan Majapahit, Ternyata Mahapatih Gajah Mada Tinggal di Utara Benteng
halaman ke-2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top