Sosok Ranggalawe, Orang Pertama yang Memberontak di Kerajaan Majapahit
Kamis, 06 Februari 2025 - 08:58 WIB
loading...
Pemberontakan Ranggalawe menjadi pemberontakan pertama yang dialami Kerajaan Majapahit. Pemberontakan itu terjadi saat Raden Wijaya, raja pertama Majapahit masih bertakhta setelah mendirikan Kerajaan Majapahit. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
PEMBERONTAKANRanggalawe menjadi pemberontakan pertama yang dialami Kerajaan Majapahit . Pemberontakan itu terjadi saat Raden Wijaya, raja pertama Majapahit masih bertakhta setelah mendirikan Kerajaan Majapahit.
Kidung Ranggalawe menyebut Ranggalawe sebagai amanca nagara di Tuban dan adipati di Datara. Tokoh yang memimpin pasukan Singasari ke Malayu menjadi panglima perang dan mendapat nama Kebo Anabrang.
Baca juga: Pemberontakan Ranggalawe Hancurkan Taktik Perang Raden Wijaya
Hal berbeda justru terdapat di Kidung Harsawijaya menyebut Ranggalawe sebagai patih amangkubhumi, Nambi sebagai demung, dan Sora sebagai tumenggung. Padahal, Ranggalawe berseteru dengan Majapahit justru karena tak dipilih menjadi patih amangkubhumi.
Ranggalawe mengatakan kepada Raden Wijaya bahwa Nambi tak lebih gagah berani dan perwira dibanding dirinya. Dia juga merasa lebih berperan dalam membantu Raden Wijaya mendirikan Majapahit daripada Mpu Nambi.
Pengangkatan Mpu Nambi inilah yang membuat akhirnya Ranggalawe memutuskan melakukan pemberontakan. Ranggalawe menganggap penunjukan Mpu Nambi sebagai amangkhubumi karena kesalahan atau kekhilafan Raden Wijaya.
Dikutip dari "Sandyakala di Timur Jawa (1042 - 1527 M) Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" memang banyak yang mengisahkan pribadi Ranggalawe seseorang yang gagah berani dan memiliki keahlian dalam siasat peperangan.
Kidung Ranggalawe menyebut Ranggalawe sebagai amanca nagara di Tuban dan adipati di Datara. Tokoh yang memimpin pasukan Singasari ke Malayu menjadi panglima perang dan mendapat nama Kebo Anabrang.
Baca juga: Pemberontakan Ranggalawe Hancurkan Taktik Perang Raden Wijaya
Hal berbeda justru terdapat di Kidung Harsawijaya menyebut Ranggalawe sebagai patih amangkubhumi, Nambi sebagai demung, dan Sora sebagai tumenggung. Padahal, Ranggalawe berseteru dengan Majapahit justru karena tak dipilih menjadi patih amangkubhumi.
Ranggalawe mengatakan kepada Raden Wijaya bahwa Nambi tak lebih gagah berani dan perwira dibanding dirinya. Dia juga merasa lebih berperan dalam membantu Raden Wijaya mendirikan Majapahit daripada Mpu Nambi.
Pengangkatan Mpu Nambi inilah yang membuat akhirnya Ranggalawe memutuskan melakukan pemberontakan. Ranggalawe menganggap penunjukan Mpu Nambi sebagai amangkhubumi karena kesalahan atau kekhilafan Raden Wijaya.
Dikutip dari "Sandyakala di Timur Jawa (1042 - 1527 M) Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" memang banyak yang mengisahkan pribadi Ranggalawe seseorang yang gagah berani dan memiliki keahlian dalam siasat peperangan.
Lihat Juga :