Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit

loading...
Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit
Candi Kendalisada berdiri kokoh di ketinggian 1.253 mdpl, diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Majapahit. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
Gelombang perang saudara, secara perlahan menenggelamkan keagungan Kerajaan Majapahit. Kerajaan besar yang berada pada masa keemasan kala dipimpin Raja Hayam Wuruk, dan didukung oleh Mahapatih Gajah Mada itupun akhirnya hancur lebur.

Baca juga: Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit yang Penuh Pemberontakan dan Terbunuh Akibat Wanita Cantik

Usai mangkatnya Mahapatih Gajah Mada, dan kemudian disusul dengan mangkatnya Raja Hayam Wuruk. Kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya pada 1293 masehi ini, tak pernah surut dari aksi pemberontakan dan perang saudara.





Pemberontakan bertubi-tubi mendera Majapahit. Bahkan berbagai pemberontakan dahsyat terjadi usai Raden Wijaya Mangkat, dan Jayanegara yang merupakan putra mahkota diangkat menjadi raja kedua di Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Langgar Larangan Pernikahan Sunda-Majapahit, Berujung Duel Brutal 2 Raja Sedarah

Sedikitnya ada empat pemberontakan besar di masa pemerintahan Jayanegara. Perangai yang buruk dari Jayanagara, dan posisinya yang merupakan keturunan dari ibu berdarah Melayu, membuat sejumlah petinggi kerajaan tidak menyukainya, sehingga bara pemberontakan sulit untuk dipadamkan.

Kitab Pararaton mencatat, sejumlah pengikut setia Raden Wijaya, beberapa kali melancarkan pemberontakan terhadap pemerintahan Jayanagara. Di antaranya, dilakukan oleh Ranggalawe yang diduga terjadi tahun 1309 saat Jayanagara naik tahta di Majapahit.

Bahkan, patih yang membantunya memerintah di Kadiri, atau Daha, Lembu Sora, turut melakukan pemberontakan pada tahun 1311. Pemberontakan ini terjadi karena hasutan Mahapati yang diduga juga musuh dalam selimut Jayanagara.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top