Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kisah Gubernur Suryo Berani Lawan Jepang dan Sekutu, Jadi Korban Kekejaman Pemberontak PKI Madiun

loading...
Kisah Gubernur Suryo Berani Lawan Jepang dan Sekutu, Jadi Korban Kekejaman Pemberontak PKI Madiun
Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, gubernur pertama Jatim, yang tewas ditangan pasukan pemberontak PKI Madiun, tahun 1948. Foto/Ist.
Jawa Timur, selalu melahirkan sosok-sosok pemberani dan pantang menyerah untuk membela kemerdekaan serta keutuhan bangsa Indonesia. Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo atau lebih dikenal sebagai Gubernur Suryo, menjadi salah satu sosok pemberani itu.

Baca juga: Kisah Pasukan Tameng dan Klewang, Penumpas Antek-antek PKI di Bali

Gubernur Suryo merupakan gubernur pertama Provinsi Jawa Timur (1945-1948). Sebelumnya, dia menjabat bupati di Magetan, tahun 1938-1943. Sosok yang dikenal sangat pemberani ini, lahir di Magetan, Jawa Timut, 9 Juli 1898.





Keberaniannya, ditunjukkan saat masih menjabat sebagai Bupati Magetan, di masa pendudukan Jepang. Kala itu, dia kedatangan tamu seorang perwira Jepang. Tanpa diketahui sebabnya, perwira Jepang yang datang bersama ajudannya itu marah-marah, mengeluarkan kata-kata dalam bahasa Jepang yang tidak dimengerti oleh Bupati. Perwira itu juga menghunus katananya.

Baca juga: Kisah Mistis Bung Tomo Hadapi Agresi Militer Belanda, Bertemu Wanita-wanita Cantik di Lereng Wilis

Suasana kala itu cukup tegang. Mereka yang menyaksikan adegan itu tampak cemas karena sering mendengar cerita tentang kekejaman Jepang. Tetapi, Suryo tampak tetap tenang. Dia lalu berjalan menghampiri perwira Jepang itu.

Dengan suara lantang, Suryo berkata dalam bahasa Jawa yang artinya kurang lebih sebagai berikut: "Tanpa sebab musabab dan tanpa memberi salam kau datang dan marah. Saya tidak bersalah dan saya tidak takut". Perwira Jepang itu terdiam, menyarungkan katananya kembali, lalu melangkah meninggalkan kantor bupati.

Kisah lain tentang keberanian Suryo terlihat pada November 1945, saat dia menjabat Gubernur Jawa Timur. Kala itu, Mayor Jenderal E.C Mansergh sebagai pengganti Mallaby mengeluarkan ultimatum kepada bangsa Indonesia di Surabaya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top