Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cerita Pagi

Kisah Pasukan Tameng dan Klewang, Penumpas Antek-antek PKI di Bali

loading...
Kisah Pasukan Tameng dan Klewang, Penumpas Antek-antek PKI di Bali
Apel Siaga kebulatan tekan mendukung Presiden Soekarno di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali pada 22 Februari 1966. Foto/Repro/Arsip ANRI
DENPASAR - Perayaan Tumpek Landep, hari ritual Hindu Bali untuk benda-benda pusaka, dilakoni Komang dengan membersihkan benda-benda warisan leluhurnya sejak pagi di sebuah desa di Kabupaten Jembrana.

Ia mengumpulkan benda itu dari prapen, tempat pembuatan senjata dan benda-benda dari besi, warisan keluarga besarnya yang terawat bersih dengan cat tembok sekelilingnya berwarna merah.

Jejeran senjata dan benda-benda bersejarah itu ia turunkan, dilap bersih menggunakan minyak kelapa. Setelah itu semua benda akan diupacarai di taman, sebuah pusat mata air yang disakralkan dekat rumahnya. Menginjak siang, Komang menyiapkan sesaji dan membawa benda-benda itu ke taman.

Baca juga: Pesan Terakhir Kolonel Sugiyono Sebelum Dibunuh PKI: Bu Hari Ini Aku Tidak Jadi Makan di Rumah



Ada yang tidak biasa pada perayaan tumpek landep kali ini. Komang hafal betul senjata dan benda-benda warisan leluhur yang harus diupacarainya.

Kisah Pasukan Tameng dan Klewang, Penumpas Antek-antek PKI di Bali


Tapi kali ini, ia melihat sebuah benda baru yang terselip di antara kain kasa, kain putih untuk membungkus mayat saat upacara pengabenan. Benda itu terbungkus sobekan kain putih yang sudah lusuh, dengan warna kehitam-hitaman dari bercak darah yang sudah terawetkan oleh waktu.

Komang membuka balutan kain kasa itu dan ia melihat sebuah klewang, samurai panjang, terbungkus di dalam tempat kayu panjang dengan patra, ukiran-ukiran Bali, bercat hitam. Sungguh panjang klewang itu.

Komang penasaran. Tanpa ragu dia hunus klewang itu. Ia tercengang, darimana asal benda ini? Apakah ini peninggalan leluhurnya? Untuk apa klewang ini? Apa karena ia keturunan seorang empu, pembuat keris dan senjata-senjata, ia harus mewariskan sebuah klewang yang sungguh mengagumkan ini? Kalau ini memang warisan leluhur, kenapa tidak disungsung, disembah sebagai senjata yang disucikan?
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top