Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Luncurkan Petani Milenial Komoditas Lebah Madu, Ridwan Kamil: Tinggal di Desa Rezeki Kota

loading...
Luncurkan Petani Milenial Komoditas Lebah Madu, Ridwan Kamil: Tinggal di Desa Rezeki Kota
Peluncuran Petani Milenial Komoditas Lebah Madu di Kampung Pramuka Pasijeungjing, Lengkongjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (21/9/2021). Foto/SINDOnewsAgung/Bakti Sarasa
TASIKMALAYA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meluncurkan program Petani Milenial Komoditas Lebah Madu di Tasikmalaya, Selasa (21/9/2021). Peluncuran ini sebagai bagian dari program Petani Milenial Juara yang diusung Pemprov Jabar.

Ridwan Kamil hadir secara online dalam kegiatan yang digagas Dinas Kehutanan Provinsi Jabar di Kampung Pramuka Pasijeungjing, Desa Lengkongjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya itu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, program Petani Milenial Juara merupakan wujud ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda, agar mampu menggerakan ekonomi yang tahan dari pandemi.

Baca juga: Wujud Solidaritas, Ridwan Kamil Dorong Pemulihan Pariwisata Bali



Menurut Kang Emil, program Petani Milenial Juara merupakan sebuah konsep yang harus didukung oleh semua pihak, agar ketimpangan ekonomi antara masyarakat desa dan warga perkotaan dapat ditekan. Sehingga, konsep tinggal di desa rezeki kota dan mendunia dapat benar-benar terwujud.

"Kita perkuat dan perbanyak jumlah petani milenial ini. Kita buktikan bahwa tinggal di desa rezeki kota dapat benar-benar terwujud," katanya.

Kang Emil juga menyatakan, Pemprov Jabar akan melakukan evaluasi program Petani Milenial Juara, khususnya terkait kuantitas petani milenial. Dia menargetkan, sebanyak 1.000 petani milenial profesional dengan berbagai komoditas yang dikelolanya bakal eksis pada Februari 2022 nanti.

Baca juga: Ustaz Abu Sahid Chaniago Ditendang di Rahang, Pelaku Ngaku Tak Punya Agama

"Jadi harus ada upaya untuk menyukseskan jumlah itu. Butuh kuantitas yang banyak. Harus di 10 kali lipatkan, diperbanyak petani milenial ini," tegas Kang Emil.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top