Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Bakamla Tangkap Kapal Malaysia di Perairan Barat Daya Karimun

loading...
Bakamla Tangkap Kapal Malaysia di Perairan Barat Daya Karimun
Tim gabungan Operasi yang terdiri dari Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) TBK dan F1QR Lanal Karimun mengamankan KIA Malaysia. (Ist)
BATAM - Tim gabungan Operasi yang terdiri dari Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) TBK dan F1QR Lanal Karimun mengamankan KIA Malaysia di perairan Barat Daya Takong Iyu Karimun, Sabtu (11/9/2021). Kapal Malaysia tersebut diamankan karena melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal.

Adapun kronologis penangkapan KIA Malaysia adalah pada saat personel SPKKL TBK melaksanakan pemantauan perairan sekitar Karimun, terdeteksi di Automatic Identification System (AIS) Dashboard Security sebuah KIA yang dicurigai melakukan aktivitas penangkapan ikan di perairan Indonesia.

Menyikapi hasil pemantauan tersebut, Kepala SPKKL TBK Letkol Bakamla Slamet Handi Rahadiyono langsung berkoordinasi dengan Posal Takong Iyu Lanal TBK untuk melaksanakan operasi pengejaran dan penangkapan.

Operasi penangkapan menggunakan unsur Patkamla V8 milik Posal Takong Iyu. Pukul 10.45 WIB Tim Operasi Gabungan melaksanakan penyisiran dari perairan Takong Iyu ke arah utara.



"Saat melaksankan penyisiran, pukul 12.30 WIB Tim Gabungan mendeteksi adanya aktivitas KIA pada jarak sekitar 3 Mil pada koordinat 1°13'.600" N - 103°.20'00" E," ujar Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, Sabtu (11/9/21) sore.

Kemudian, Tim Gabungan melaksananakan penyekatan pada koordinat 1°16'.700" N - 103°.18'700" E. Dimana Patkamla V8 mendekati kapal target dengan menambah kecepatan. Tanpa perlawanan, Tim Gabungan melaksanakan penghentian dan langsung melaksanakan pemeriksaan. Baca: Tulis Surat Wasiat, Mahasiswi Cantik Semester Akhir Tewas Gantung Diri karena Asmara.

"Hasil pemeriksaan awal diperoleh data KIA tersebut adalah kapal Malaysia dengan nama lambung kapal JHFA 99 A diawaki 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) dengan 3 Warga Negara Malaysia dan 1 Warga Negara Indonesia," jelasnya.

Terdapat muatan ikan campur dan alat tangkap ikan pukat harimau. Saat diinterogasi nahkoda mengaku sedang mengalami rusak mesin pada kapal sehingga tidak sengaja masuk perairan Indonesia. Baca Juga: Kejar Kekebalan Komunitas, Lantamal VIII Gelar Serbuan Vaksinasi di Megamall Manado.

Namun, setelah dicoba anggota Tim Gabungan ternyata mesin dapat dihidupkan. "Untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya kapal beserta ABK dikawal menuju dermaga Lanal TBK guna pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top