Pemkab Sleman Coret 7.359 Penerima Bantuan Sosial Tunai

Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:49 WIB
loading...
Pemkab Sleman Coret...
Bupati Sleman secara simbolis menyerahkan BST kepada warga penerima di Balai Desa Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (30/5/2020). FOTO/SINDOnews/PRIYO SETYAWAN
A A A
SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mencoret sebanyak 7.359 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp600.000. Pencoretan ini didasarkan hasil verifikasi yang menyatakan bahwa KPM tidak memenuhi kriteria sebagai penerima.

BST diberikan selama tiga bulan, Mei, Juni, dan Juli 2020 kepada keluarga miskin, tidak mampu dan atau kelompok rentan yang terkena dampak COVID-19. Mereka juga bukan penerima bansos reguler, yakni Program
Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

" Sleman menerima kuota 34.481 KPM, namun hasil verifikasi Dinas Sosial (Dinsos) Sleman ada 7.359 KPM yang tidak layak untuk menerima. Sehingga yang menerima BST di Sleman hanya 27.422 KPM," kata Bupati Sleman Sri Purnomo saat mendampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras memantau penyaluran BST di Balai Desa Sinduharjo, Ngaglik Sleman, Sabtu (30/5/2020).(Baca juga: Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos Tunai Diperketat )

Sri Purnomo menjelaskan, BST sendiri belum semuanya tersalurkan. Hingga saat ini masih ada 1.955 KPM yang belum mengambil. Untuk itu, warga Sleman yang masuk KPM diharapkan untuk datang dan mengambil BST serta bagi perangkat desa segera melakukan penyisiran siapa yang menerima undangan dan belum mengambil bantuan tersebut.

"Kami juga minta arahan dari Kemensos dengan adanya sisa kuota 7.359 KPM di Sleman," katanya.

Sekjen Kemensos Hartono Laras mengatakan dengan adanya sisa kuota tersebut, maka Sleman diminta mempercepat pendataan KPM, sehingga kuota tersisa dapat digantikan oleh warga lain yang berhak menerima bantuan tersebut. "Sesuai dengan arahan Presiden kepada Pak Menteri bantuan ini sesegera mungkin diberikan kepada masyarakat terdampak," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bansos di Papua Tepat Sasaran dengan SIKS-NG
Polres OKI Bongkar Korupsi...
Polres OKI Bongkar Korupsi BLT Dana Desa untuk Warga Terdampak Covid-19
Bantu Warga Terdampak...
Bantu Warga Terdampak Pandemi, NU Care-LAZISNU Salurkan Ribuan Paket Sembako di NTB
Bansos Rp600 Ribu Cair,...
Bansos Rp600 Ribu Cair, Warga Madina Padati Kantor Pos
Uang Brankas di Kantor...
Uang Brankas di Kantor Pos Wlingi Digasak Maling, Puluhan Warga Terancam Batal Terima BST
Peduli Kemanusian, 10...
Peduli Kemanusian, 10 Ribu Paket Sembako dari ASN Klungkung Dibagi-bagikan
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Mensos: Bansos Tidak...
Mensos: Bansos Tidak Boleh untuk Bayar Utang, Nyicil Rumah, atau Beli Rokok
Bambang Widjojanto Sebut...
Bambang Widjojanto Sebut Bansos Jadi Sumber Kerusakan Bangsa
Rekomendasi
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Kembali Bertambah, 5...
Kembali Bertambah, 5 Orang Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer KDKMP/KNMP
Berita Terkini
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
MNC University Bersama...
MNC University Bersama MNC Peduli Salurkan 2 Ton Beras untuk Warga Kelurahan Kebon Sirih
Gelar Nikah Massal,...
Gelar Nikah Massal, PGN Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved