Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tuan Rondahaim, Satu-Satunya Raja Simalungun yang Tak Dapat Ditaklukkan Belanda

loading...
Tuan Rondahaim, Satu-Satunya Raja Simalungun yang Tak Dapat Ditaklukkan Belanda
Makam Raja Raya Tuan Rondahaim Saragih Garingging di kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Foto SINDOnews
SIMALUNGUN - Tuan Rondaihaim Saragih Garingging merupakan satu dari tujuh raja Simalungun yang dikenal gigih melawan penjajahan Belanda di era 1828-1891.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, Raja Rondahaim yang memimpin Kerajaan Raya merupakan kerajaan yang tidak dapat ditaklukan pemerintah kolonial Belanda. Baca juga: Kotanya Pernah Terlibat Perdagangan Budak, Walikota Amsterdam Minta Maaf

Raja yang memiliki ribuan tentara itu dalam perjuangannya menentang penjajahan Belanda berani membakar perkebunan kolonial yang waktu itu akan diperluas hingga ke wilayah Kabupaten Simalungun.

Tuan Rondahaim yang bergelar Tuan Namabajan pernah menghadang pasukan Belanda masuk ke Raya Kahean dengan menebang pohon besar hingga melintang di Gunung Simarsopah.Tempat itu hingga kini dikenal dengan nama Pangolatan atau tempat menghadang Belanda.



Gigihnya perjuangan Rondahaim membuat Belanda tidak pernah bisa masuk ke Kerajaan Raya meski sejumlah kerajaan lain di Simalungun sudah berhasil ditaklukan penjajah Belanda.

Baru pada tahun 1901 atau setelah 10 tahun raja Tuan Rondahaim wafat, Belanda melakukan perundingan dengan Tuan Sumayan, atau Raja Tua, putra Tuan Rondahaim. Baca juga: Mengharukan, TNI AL Makamkan Secara Militer Jasad Korban Pembantaian Tentara Belanda

Kegigihan Tuan Rondahaim sebagai raja penentang penjajahan Belanda juga diakui sejarawan Anhar Gonggong yang menelitinya.

Dalam peluncuran buku biografi Tuan Rondahaim yang berjudul "Napoleon Der Bataks", Anhar menyebut Tuan Rondahaim sebagai tokoh yang cukup disegani Belanda.

Anhar dalam buku yang dieditori Erika Revida Saragih itu menyebutkan Tuan Rondahaim Saragih Garingginging, tidak pernah dikalahkan Belanda hingga akhir hayatnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top