Serangan 6.000 Pasukan Pangeran Diponegoro, Bakar Perkampungan Cina hingga Rumah Bangsawan Pro Belanda
Kamis, 13 Februari 2025 - 07:16 WIB
loading...
Pangeran Diponegoro dan pasukannya melakukan serangan besar-besaran ke pusat kota Yogyakarta. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Pangeran Diponegoro dan pasukannya melakukan serangan besar-besaran ke pusat kota Yogyakarta. Pasukan Pangeran Diponegoro melakukan serangan umum ke Yogyakarta dengan kekuatan tiga kolone atau sekitar 6.000 pasukan, dibagi dalam tiga sektor.
Kolone pertama dipimpin oleh Pangeran Abu Bakar, saudara Diponegoro, putra Sultan Hamengkubuwono III yang bergerak dari arah timur menyerbu Dalem Pakualaman, menghancurkan jembatan Kali Code, membakar perkampungan orang Cina dan Eropa, serta menghancurkan gerbang-gerbang pungutan.
Kolone kedua dipimpin oleh Pangeran Adinegoro yang berhasil menguasai jalan penghubung Magelang-Yogyakarta-Surakarta. Kolone ketiga dipimpin oleh Pangeran Blitar, yang bergerak dari arah selatan menguasai jalan raya Bantul dan berusaha merebut keraton.
Baca juga: Keren! Pembagian Pasukan Militer Pangeran Diponegoro Mencontoh Kerajaan Turki Ustmani
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia" Kamis (13/2/2025) diceritakan, rumah-rumah bangsawan yang dianggap lawan dirusak, dijarah, kemudian dibakar.
Kolone pertama dipimpin oleh Pangeran Abu Bakar, saudara Diponegoro, putra Sultan Hamengkubuwono III yang bergerak dari arah timur menyerbu Dalem Pakualaman, menghancurkan jembatan Kali Code, membakar perkampungan orang Cina dan Eropa, serta menghancurkan gerbang-gerbang pungutan.
Kolone kedua dipimpin oleh Pangeran Adinegoro yang berhasil menguasai jalan penghubung Magelang-Yogyakarta-Surakarta. Kolone ketiga dipimpin oleh Pangeran Blitar, yang bergerak dari arah selatan menguasai jalan raya Bantul dan berusaha merebut keraton.
Baca juga: Keren! Pembagian Pasukan Militer Pangeran Diponegoro Mencontoh Kerajaan Turki Ustmani
Dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia" Kamis (13/2/2025) diceritakan, rumah-rumah bangsawan yang dianggap lawan dirusak, dijarah, kemudian dibakar.
Lihat Juga :