Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

3 Nelayan Nyaris Tewas Disiksa dan Ditusuk Samurai, Kapalnya Dibakar di Perairan Cermin

loading...
3 Nelayan Nyaris Tewas Disiksa dan Ditusuk Samurai, Kapalnya Dibakar di Perairan Cermin
Herman beserta dua rekannya korban penyiksaan dan penusukan samurai saat melapor ke Polres Serdang Bedagai. Foto: MPI/Fadly Pelka
BATU BARA - Hendak mencari nafkah, namun 3 orang nelayan asal Kabupaten Batu Bara dan Bandar Khalifah Serdang Bedagai mengalami nasib tragis, bahkan nyaris tewas disiksa orang tak dikenal (OTK) yang diduga para nelayan tradisional di perairan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara . Senin (2/8/2021).

Tiga nelayan yang disiksatersebut yakni, Herman (32) warga Pangkalan Dodek, Kecamatan Deras, Batu Bara, Dimas (21) Dusun Benteng, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, Abdul Rahim Harahap (27) Warga Desa Benteng, Bandar Khalifah.

Baca juga: Kasus Infus Kedaluwarga untuk Pasien, Polres Labuhanbatu Periksa Lima Orang

Hingga kini, ketiganya masih terlihat trauma mendalam dan kondisi terluka saat memberi keterangan di Puskesmas Pagurawan, Medang Deras. Selasa (3/8/2021).



Herman selaku tekong kapal 3 GT mengaku, saat itu sedang menarik pukat di Perairan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, sekitar 4-5 Mil dari bibir pantai, dekat jermal. “Tiba-tiba datang puluhan kapal nelayan tradisional mengepung kapal motor mereka, sambil memasang tali di sekeliling kapal,” tuturnya.

“Otomatis kapal kami tak bisa bergerak, karena baling - baling sudah terlilit tali dan mesin kapal langsung mati. Mereka melempari kapan dengan batu dan bom molotov, sehingga kapal bot kami terbakar,” ungkap Herman.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Padangsidimpuan Adu Jotos Dengan Sopir Pimpinan Dewan

Tidak hanya itu, para OTK ini pun naik dan memukuli ketiganya dengan kayu. “Kaki saya ditusuk dengan samurai,” ujarnya.

Penyiksaan para OTK ini terus berlanjut, bahkan menurut Herman, dia dan dua rekannya disiram minyak solar, sambil berteriak bakar. Namun ada juga yang menunjangi agar terjun ke laut yang dalamnya 5 meter. “Kami ditunjangi, dipaksa terjun ke laut bang,” ungkapnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top