3 Nelayan Nyaris Tewas Disiksa dan Ditusuk Samurai, Kapalnya Dibakar di Perairan Cermin

Selasa, 03 Agustus 2021 - 19:24 WIB
loading...
3 Nelayan Nyaris Tewas...
Herman beserta dua rekannya korban penyiksaan dan penusukan samurai saat melapor ke Polres Serdang Bedagai. Foto: MPI/Fadly Pelka
A A A
BATU BARA - Hendak mencari nafkah, namun 3 orang nelayan asal Kabupaten Batu Bara dan Bandar Khalifah Serdang Bedagai mengalami nasib tragis, bahkan nyaris tewas disiksa orang tak dikenal (OTK) yang diduga para nelayan tradisional di perairan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara . Senin (2/8/2021).

Tiga nelayan yang disiksatersebut yakni, Herman (32) warga Pangkalan Dodek, Kecamatan Deras, Batu Bara, Dimas (21) Dusun Benteng, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalifah, Abdul Rahim Harahap (27) Warga Desa Benteng, Bandar Khalifah.

Baca juga: Kasus Infus Kedaluwarga untuk Pasien, Polres Labuhanbatu Periksa Lima Orang

Hingga kini, ketiganya masih terlihat trauma mendalam dan kondisi terluka saat memberi keterangan di Puskesmas Pagurawan, Medang Deras. Selasa (3/8/2021).

Herman selaku tekong kapal 3 GT mengaku, saat itu sedang menarik pukat di Perairan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, sekitar 4-5 Mil dari bibir pantai, dekat jermal. “Tiba-tiba datang puluhan kapal nelayan tradisional mengepung kapal motor mereka, sambil memasang tali di sekeliling kapal,” tuturnya.

“Otomatis kapal kami tak bisa bergerak, karena baling - baling sudah terlilit tali dan mesin kapal langsung mati. Mereka melempari kapan dengan batu dan bom molotov, sehingga kapal bot kami terbakar,” ungkap Herman.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Padangsidimpuan Adu Jotos Dengan Sopir Pimpinan Dewan

Tidak hanya itu, para OTK ini pun naik dan memukuli ketiganya dengan kayu. “Kaki saya ditusuk dengan samurai,” ujarnya.

Penyiksaan para OTK ini terus berlanjut, bahkan menurut Herman, dia dan dua rekannya disiram minyak solar, sambil berteriak bakar. Namun ada juga yang menunjangi agar terjun ke laut yang dalamnya 5 meter. “Kami ditunjangi, dipaksa terjun ke laut bang,” ungkapnya.

Usai terjun ke laut, mereka masih melakukan aksi kekerasan, seolah - olah ingin membunuh anak buah kapal (ABK).

Dalam kondisi yang lemah sambil minum air laut, Herman mengaku para pelaku juga menabrakkan kapal motor mereka kepada Herman dan dua rekannya masih ditabrak dengan kapal motor mereka

“Ketika kapal mereka mengarah ke kami, terpaksa kami menyelam, ketika timbul kami dipukul dengan kayu. Kami sudah pasrah bang, tenaga untuk berenang sudah habis, kami hanya diam sambil mengapung,” ujarnya.

Baca juga: Dokter Keluarga Akidi Tio Minta Maaf, Akui Tak Ada Sumbangan Rp2 Triliun

Salah seorang nelayan melemparkan pelampung dan kami dibawa ke salah satu pantai wisata, "sampai di Pantai Rahim kami masih dipukuli," terangnya.

“Kami tidak tahu apakah kapal motor kami sudah tenggelam karena di bakar atau tidak, dan kami dibantu warga setempat, dan diantar oleh security Aqua Pam Pantai Cermin, sampai di simpang Jalinsum,” ujar Herman dengan lesu.

Usai kejadian memilukan itu, Herman beserta dua rekannya melaporkan peristiwa yang dialaminya itu ke Polres Serdang Bedagai. “Kami mohon pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pemukulan ini,” katanya.

Ketua DPP Aliansi Nelayan Kecil Modern (ANKM) Rahman Gafiki mengatakan, kejadian ini tidak bisa ditolelir lagi, karena mereka sudah brutal, ingin menghabisi nyawa orang lain. “Kami sangat mengecam aksi yang diduga dilakukan kelompok nelayan tradisional Pantai Cermin,” ucap Rahman.

Karena itu, pihaknya meminta Kepolisian Polres Serdang Bedagai agar mengusut tuntas kasus penganiayaan berat yang dilakukan terhadan 3 ABK yang lagi mencari ikan di laut Pantai Cermin, agar tidak terulang lagi konflik horizontal antara nelayan.

“Apapun masalahnya, terlepas salah dan benar, yang namanya main hakim sendiri memakai hukum rimba, ini tidak dibenarkan di mata hukum,” tegas Rahman.

Saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sergai, petugas SPKT terpaksa membawa korban dengan menggunakan kursi roda, karena Herman tidak dapat berjalan, setelah kakinya ditusuk samurai oleh pelaku.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang, yang berusaha dikonfirmasi tidak berada di kantor begitu juga Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai AKP Deni Indrawan Lubis. “Lagi di Poldasu Pak,” ucap salah seorang petugas di Reskrim Polres Sergai.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Motif Penculikan Lansia...
Motif Penculikan Lansia 70 Tahun di PIK karena Dendam Asmara Tak Direstui
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Bacok Pelajar di Jakbar,...
Bacok Pelajar di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap Polsek Palmerah
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Momen Prabowo Ikut Tarik...
Momen Prabowo Ikut Tarik Jaring Bersama Nelayan Tambak Saat Panen Raya Udang di Kebumen
Rekomendasi
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved