Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Ini Penjelasan Polda Sulut

loading...
Rafael Lulus Tes Calon Bintara Polri Tapi Namanya Dihapus, Ini Penjelasan Polda Sulut
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abast menjelaskan tentang polemik calon Bintara 2021 atas nama Rafael Malalangi yang sudah dinyatakan lulus tapi namanya dihapus di daftar. Foto/MPI/Arther Loupatty
MANADO - Polda Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya menjelaskan tentang polemik calon Bintara Polri 2021 atas nama Rafael Malalangi yang sudah dinyatakan lulus tapi namanya hilang di daftar.

Baca juga: Rafael Lulus Tes Bintara Polri Tapi Namanya Hilang, Hillary Lasut: Ini Ada Apa?

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abast mengatakan, calon siswa Bintara Rafael Malalangi dan orang tuanya sudah dipanggil dan diberi penjelasan di Polda Sulut. Pemanggilan dilakukan bersamaan dengan keluarga calon siswa Franco Kowal yang mengajukan keberatan karena dinyatakan tidak lulus.

Baca juga: Anaknya Lolos Tes Bintara Polri Kemudian Dihapus, Pria Ini Mengadu ke Presiden Jokowi



Selanjutnya berdasarkan data dan dikroscek, Franco Kowal yang akhirnya diakomodir jadi calon siswa yang lulus seleksi calon Bintara Polri.

"Dengan diakomodirnya keberatan calon siswa Bintara Franco Kowal, maka dengan sendirinya calon siswa bintara Rafael Malalangi menjadi rangking terakhir dan menjadi di luar kuota penerimaan calon siswa bintara 2021," kata Kabid Humas.

Julest Abast juga meminta penjelasan kepada Rafael dan keluarga terkait viralnya video yang ada di media sosial (medsos). "Dalam video tersebut disebutkan telah menerima surat dari Polda yang menyatakan Rafael tidak lulus. Dan ternyata kejadian sebenarnya Rafael dan keluarga dipanggil ke Polda Sulut untuk diberi penjelasan," ujarnya.

Kenly Malalangi selaku ayah dari Rafael Malalangi mengakui dan meminta maaf atas beredarnya video viral di medsos tersebut. "Kami sebagai orang tua dari Rafael Malalangi meminta maaf sebesar-besarnya kepada Kapolri dan Kapolda Sulut," ujar Kenly Malalangi.

Setelah kejadian video viral di medsos, Polda Sulut berupaya untuk mengusulkan kebijakan ke Mabes Polri, yang bisa mempertimbangkan untuk menerima Rafael Malalangi untuk masuk dalam kuota di gelombang kedua untuk ikut pendidikan tahun 2022.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top