Tekan Kematian Akibat COVID-19, Pangdam V Brawijaya: Tak Ada Lagi Isoman
Selasa, 27 Juli 2021 - 06:53 WIB
loading...
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto. Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A
A
A
SURABAYA - Demi menekan angka kematian akibat COVID-19, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto menyebutkan, perawatan pasien positif COVID-19 saat ini sudah tidak ada lagi melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Melainkan, perawatan pasien harus dilakukan di lokasi isolasi terpadu (isoter) .
Baca juga: Isolasi, Usia Kurang 18 Tahun Positif COVID-19 di Jakarta Boleh Didampingi
"Mulai tanggal 26 Juli 2021, warga yang sedang menjalani isoman, rencananya akan dipindahkan ke lokasi isolasi terpusat yang sudah disediakan oleh pihak Forkopimda Jatim. Isolasi terpusat ini, wajib hukumnya. Harus diadakan dan bukan sebuah seremonial. Tidak ada lagi isolasi mandiri," kata Suharyanto.
Meski begitu, dia mengatakan jika pelaksanaan isoter itu tak hanya dilakukan oleh pihak TNI-Polri saja. Namun, semua pihak harus ikut terlibat selama pelaksanaan isolasi terpusat itu. Terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 26 Juli 2021, pasien COVID-19 yang isoman dipindahkan ke tempat isoter . "Mohon kerjasamanya seluruh komponen bangsa, seluruh warga Jawa Timur, untuk mendukung kebijakan ini secara baik-baik," pintanya.
Baca juga: Isolasi, Usia Kurang 18 Tahun Positif COVID-19 di Jakarta Boleh Didampingi
"Mulai tanggal 26 Juli 2021, warga yang sedang menjalani isoman, rencananya akan dipindahkan ke lokasi isolasi terpusat yang sudah disediakan oleh pihak Forkopimda Jatim. Isolasi terpusat ini, wajib hukumnya. Harus diadakan dan bukan sebuah seremonial. Tidak ada lagi isolasi mandiri," kata Suharyanto.
Meski begitu, dia mengatakan jika pelaksanaan isoter itu tak hanya dilakukan oleh pihak TNI-Polri saja. Namun, semua pihak harus ikut terlibat selama pelaksanaan isolasi terpusat itu. Terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 26 Juli 2021, pasien COVID-19 yang isoman dipindahkan ke tempat isoter . "Mohon kerjasamanya seluruh komponen bangsa, seluruh warga Jawa Timur, untuk mendukung kebijakan ini secara baik-baik," pintanya.
Lihat Juga :