Duh, Suami Berhenti Kerja Akibat COVID-19, Istri Terpaksa Jual Perabotan Rumah
Selasa, 27 Juli 2021 - 06:11 WIB
loading...
Novi Sovianti menunjukkan salah satu barang yang akan dijualnya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya yang terdampak pandemi COVID-19 sehingga membuat suaminya harus kehilangan pekerjaan. (Ist)
A
A
A
BANDUNG BARAT - Pandemi COVID-19 yang sudah terjadi sejak awal 2020 hingga sekarang membuat banyak warga yang terkena imbasnya. Tidak jarang warga harus bekerja serabutan atau terpaksa menjual barang-barangnya untuk tetap bertahan hidup.
Seperti yang dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) warga Kampung Panagelan RT 02/04, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Novi Sovianti (33) dan Ruslan Permana (31). Mereka terpaksa harus menjual perabotan rumah tangganya satu per satu untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Novi mengakui jika kehidupan keluarganya saat ini sangat morat-marit. Apalagi pandemi COVID-19 hingga kini masih terjadi dan belum dipastikan kapan akan mereda. Bahkan suaminya pun harus kehilangan pekerjaan akibat wabah ini dan sekarang merintis usaha.
"Suami sempat kerja di Bali tapi karena COVID-19 berhenti. Paling sekarang kami jual perabotan di rumah yang bisa jadi uang untuk makan dan anak-anak jajan," kata Novi yang telah menjual speaker bluetooth-nya senilai Rp50 ribu, Senin (26/7/2021).
Ekonomi keluarganya sempat bangkit ketika suaminya merintis usaha penjualan stroberi dengan konsumen langganannya di wilayah Jabodetabek. Namun usaha suaminya lagi-lagi terdampak kebijakan PPKM Darurat. Aktivitas pengiriman berhenti total karena tidak ada pengiriman ke wilayah Jakarta.
Seperti yang dialami oleh pasangan suami istri (pasutri) warga Kampung Panagelan RT 02/04, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Novi Sovianti (33) dan Ruslan Permana (31). Mereka terpaksa harus menjual perabotan rumah tangganya satu per satu untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Novi mengakui jika kehidupan keluarganya saat ini sangat morat-marit. Apalagi pandemi COVID-19 hingga kini masih terjadi dan belum dipastikan kapan akan mereda. Bahkan suaminya pun harus kehilangan pekerjaan akibat wabah ini dan sekarang merintis usaha.
"Suami sempat kerja di Bali tapi karena COVID-19 berhenti. Paling sekarang kami jual perabotan di rumah yang bisa jadi uang untuk makan dan anak-anak jajan," kata Novi yang telah menjual speaker bluetooth-nya senilai Rp50 ribu, Senin (26/7/2021).
Ekonomi keluarganya sempat bangkit ketika suaminya merintis usaha penjualan stroberi dengan konsumen langganannya di wilayah Jabodetabek. Namun usaha suaminya lagi-lagi terdampak kebijakan PPKM Darurat. Aktivitas pengiriman berhenti total karena tidak ada pengiriman ke wilayah Jakarta.
Lihat Juga :