Bikin Nyesek, Bukan Tak Sanggup Produksi Tapi Ini Alasan Perusahaan Tambang Lakukan PHK
Jum'at, 09 Juni 2023 - 20:13 WIB
loading...
Kondisi dilematis dihadapi oleh para pengusaha tambang yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ist)
A
A
A
BANDUNG BARAT - Kondisi dilematis dihadapi oleh para pengusaha tambang yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Mereka sebenarnya masih sanggup berproduksi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Namun karena regulasi yang tidak berpihak menyebabkan dengan berat hati terpaksa menutup pabrik dan melakukan PHK terhadap ratusan pekerjanya.
Pengusaha tambang kesulitan mendapatkan perpanjangan perizinan, karena setelah perpanjangan kedua Izin Usaha Pertambangan (IUP) harus dikembalikan ke pemerintah pusat. Akibat tidak bisa lagi menambang, perusahaan terpaksa merumahkan atau mem-PHK pegawai. Padahal cadangan tambang mereka, masih bisa ditambang hingga 50 tahun ke depan.
"Kita udah gak ada pilihan lain, perpanjangan izin gak dikasih. Pegawai terpaksa harus dirumahkan dan di-PHK sejak enam bulan yang lalu," kata Manager HRD PT Gunung Padakasih, M. Taufik Rahman di Padalarang, Jumat (9/6/2023).
Dia mengatakan, sejak beroperasi tahun 1982 baru kali ini harus menyerah pada keadaan. Padahal sebelumnya belum pernah ada kendala produksi yang dialami perusahaannya.
Namun karena regulasi yang tidak berpihak menyebabkan dengan berat hati terpaksa menutup pabrik dan melakukan PHK terhadap ratusan pekerjanya.
Pengusaha tambang kesulitan mendapatkan perpanjangan perizinan, karena setelah perpanjangan kedua Izin Usaha Pertambangan (IUP) harus dikembalikan ke pemerintah pusat. Akibat tidak bisa lagi menambang, perusahaan terpaksa merumahkan atau mem-PHK pegawai. Padahal cadangan tambang mereka, masih bisa ditambang hingga 50 tahun ke depan.
"Kita udah gak ada pilihan lain, perpanjangan izin gak dikasih. Pegawai terpaksa harus dirumahkan dan di-PHK sejak enam bulan yang lalu," kata Manager HRD PT Gunung Padakasih, M. Taufik Rahman di Padalarang, Jumat (9/6/2023).
Dia mengatakan, sejak beroperasi tahun 1982 baru kali ini harus menyerah pada keadaan. Padahal sebelumnya belum pernah ada kendala produksi yang dialami perusahaannya.
Lihat Juga :