Tangis Haru Warga Saat Pertama Kali Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban

Rabu, 21 Juli 2021 - 18:13 WIB
loading...
Tangis Haru Warga Saat Pertama Kali Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban
Tangis haru warga saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban yang pertama kali di kampungnya, Rabu (21/7/2021) Foto: iNewsTV/Rustaman Nusantara
A A A
GROBOGAN - Tangis haru warga desa pelosok dan terpencil di Grobogan saat menyaksikan hewan kurban mulai disembelih, warga mengaku haru karena baru pertama kali ini bisa merasakan kurban setelah bertahun-tahun tidak pernah menikmati rasanya berkurban.

Warga Dusun Karanganyar, Desa karanganyar, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah ( Jateng ), terlihat berlinang air mata ketika melihat seekor sapi kurban mulai disembelih, Rabu (21/7/2021) pagi.

Tangis Haru Warga Saat Pertama Kali Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban

Baca juga: Sapi Presiden Jokowi Disembelih, Dibagikan ke Warga Sekitar Masjid Hingga Petugas Pemakaman

Mereka sangat terharu bahwa dusun yang mereka tinggali selama puluhan tahun, baru kali ini bisa ikut melaksanakan kurban untuk pertama kalinya.

Fatimah dan ibu-ibu Dusun Karanganyar lainnya pun tak kuasa menahan tangis haru karena bisa melaksanakan kurban bersama-sama warga satu dusun.

“Sudah bertahun-tahun kami tidak bisa ikut melaksanakan kurban karena tidak ada dana untuk membeli hewan kurban, selama ini warga hanya bisa memotong ayam peliharaan masing-masing, sebagai pengganti kambing atau sapi kurban,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca juga: Dramatis Evakuasi Bapak dan Anak yang Tercebur Sumur di Magelang

Hewan kurban yang dirasakan warga Karanganyar itu adalah merupakan sapi kurban bantuan dari Presiden Joko Widodo, seberat 1,50 Ton.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni menjelaskan, Desa Karanganyar terutama Dusun Karanganyar yang penduduknya lebih dari 1.000 kepala keluarga (kk) ini memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan sapi kurban dari presiden Joko Widodo.

“Dusun Karanganyar lolos survei pemerintah provinsi Jawa Tengah, karena mayoritas penduduk adalah warga yang sangat miskin dan lokasi desa berada di tempat terpencil,” katanya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1931 seconds (11.210#12.26)