Kasus COVID-19 di Jawa Timur Meledak, Dalam Sehari Bertambah 8.230 Kasus
Kamis, 15 Juli 2021 - 17:29 WIB
loading...
Selama dua pekan PPKM Darurat, kasus positif COVID-19 di Jawa Timur (Jatim) tak kunjung menunjukkan tren penurunan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, belum juga bisa menekan angka kasus positif COVID-19 di Jawa Timur (Jatim). Bahkan, pada Kamis (15/7/2021) penambahannya mencapai ribuan kasus.
Baca juga: Tangis Pecah di Gresik, Fahrudin Meninggal Akibat Kelelahan Urus Jenazah Istrinya
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, pada Kamis (15/7/2021), kasus baru di Jatim bertambah 8.230 kasus. Sehingga, jumlah totalnya mencapai 218.690 kasus. Pasien sembuh bertambah 1.988 kasus. Dengan demikian, total sembuh sebanyak 170.783 kasus. Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 211 kasus. Maka, total kasus kematian sebanyak 14.880 kasus.
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, Makhyan Jibril Alfarabi, tingginya penambahan kasus tersebut disebabkan kapasitas tes ditingkatkan. Selama PPKM Darurat, pihaknya meningkatkan kapasitas testing dari yang sebelumnya 6.000-7.000 sampel/hari, menjadi 16 ribu-18 ribu/hari. "Dengan menambah kapasitas tes, kami berharap bisa mengidentifikasi kasus dengan cepat. Sehingga, isolasi dan penanganan bisa dilakukan kepada pasien bergejala berat," katanya, Kamis (15/7/2021).
Baca juga: Tangis Pecah di Gresik, Fahrudin Meninggal Akibat Kelelahan Urus Jenazah Istrinya
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, pada Kamis (15/7/2021), kasus baru di Jatim bertambah 8.230 kasus. Sehingga, jumlah totalnya mencapai 218.690 kasus. Pasien sembuh bertambah 1.988 kasus. Dengan demikian, total sembuh sebanyak 170.783 kasus. Sedangkan kasus meninggal dunia bertambah 211 kasus. Maka, total kasus kematian sebanyak 14.880 kasus.
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, Makhyan Jibril Alfarabi, tingginya penambahan kasus tersebut disebabkan kapasitas tes ditingkatkan. Selama PPKM Darurat, pihaknya meningkatkan kapasitas testing dari yang sebelumnya 6.000-7.000 sampel/hari, menjadi 16 ribu-18 ribu/hari. "Dengan menambah kapasitas tes, kami berharap bisa mengidentifikasi kasus dengan cepat. Sehingga, isolasi dan penanganan bisa dilakukan kepada pasien bergejala berat," katanya, Kamis (15/7/2021).
Lihat Juga :