Empat Hari, 2.005 Kendaraan Diputarbalikan di Pos Penyekatan Prambanan Sleman
Senin, 10 Mei 2021 - 15:03 WIB
loading...
Petugas memutar balikkan kendaraan yang tidak bisa menunjukkan surat perjalanan di Pos Penyekatan Prambanan, Sleman, Senin (10/5/2021). Foto/SINDONews/priyo setyawan
A
A
A
SLEMAN - Selama empat hari penerapan larangan mudik lebaran, 6 Mei-9 Mei 2021 sebanyak 2.005 kendaraan dari luar daerah, terdiri dari 1.842 kendaraan roda empat dan 163 roda diputar balikkan di pos penyekatan Prambanan, Sleman.
Jumlah tersebut berasal dari 3.707 kendaraan yang terdiri dari 3432 roda empat dan 384 roda dua.
“Itulah jumlah kendaraan dan yang diputarbalikkan di pos penyekatan Prambanan, hingga tadi malam. Untuk hari ini, baru akan kami hitung setelah maghrib,” kata Kepala Pos Penyekatan Prambanan, Sleman Iptu Haryanto, Senin (10/5/2021).
Haryanto menjelaskan pemeriksaan di Pos Penyekatan Prambanan, selama 24 jam. Untuk pelaksanaannya secara bergantian, yakni masing-masing petugas melaksanakan selama satu jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai dan sampai saat ini belum menemui kendala serta pengendara yang diputarbalikan bisa menerima.
“Alhadulilah semua lancar dan belum ada komplain. Kami juga belum menemukan modus pemudik yang tidak wajar. Seperti yang pakai boks atau truk barang belum pernah. Ambulans juga tidak ada," paparnya.
Jumlah tersebut berasal dari 3.707 kendaraan yang terdiri dari 3432 roda empat dan 384 roda dua.
“Itulah jumlah kendaraan dan yang diputarbalikkan di pos penyekatan Prambanan, hingga tadi malam. Untuk hari ini, baru akan kami hitung setelah maghrib,” kata Kepala Pos Penyekatan Prambanan, Sleman Iptu Haryanto, Senin (10/5/2021).
Haryanto menjelaskan pemeriksaan di Pos Penyekatan Prambanan, selama 24 jam. Untuk pelaksanaannya secara bergantian, yakni masing-masing petugas melaksanakan selama satu jam, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai dan sampai saat ini belum menemui kendala serta pengendara yang diputarbalikan bisa menerima.
“Alhadulilah semua lancar dan belum ada komplain. Kami juga belum menemukan modus pemudik yang tidak wajar. Seperti yang pakai boks atau truk barang belum pernah. Ambulans juga tidak ada," paparnya.
Lihat Juga :