Perawat Cantik Disiram Bensin dan Dibakar, Polisi Sebut Ada Motif Perselingkuhan

Rabu, 05 Mei 2021 - 22:38 WIB
loading...
Perawat Cantik Disiram Bensin dan Dibakar, Polisi Sebut Ada Motif Perselingkuhan
Lokasi klinik yang jadi pembakaran perawat di Malang. Foto/Dok. Polres Malang
A A A
MALANG - Kasus pembakaran perawat cantik di Kabupaten Malang, hingga kini masih menyisakan cerita misterius. Pelaku pria yang menyiram cairan dan membakar korban, diduga dilatarbelakangi cinta segitiga atau perselingkuhan.

Baca juga: Dengan Tangan Kosong, Pria Ini Selamatkan Perawat Cantik yang Dibakar Orang Tak Dikenal

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny K. Baralangi menuturkan, dari hasil penyelidikan mengarah ke cinta segitiga yang tengah menjerat korban. "Ada informasi, korban diduga memiliki hubungan dengan pria lain. Meski statusnya sudah berkeluarga. Namun, kita butuh bukti untuk memastikannya," ujar Donny dikonfirmasi pada Rabu (5/5/2021) malam.



Pihaknya pun telah memintai keterangan para saksi dari orang-orang terdekat korban. Dia menduga dari hasil penyelidikan, cinta segitiga menjadi motif dari pembakaran perawat cantik bernama Eva Sofiana Wijayanti (33).

Baca juga: Positif COVID-19, Penumpang Pesawat Ini Lolos Terbang Dari Semarang ke Pangkalan Bun

Meski demikian, ditegaskannya belum ada kesimpulan akhir dari penyelidikan motif tersebut. "Kami masih mendalami kasus ini, penyelidikan masih berjalan. Orang-orang yang berkaitan dengan korban akan kita mintai keterangan, karena ada dugaan cinta segitiga ," tuturnya.

Mantan Kasatreskrim Polres Blitar ini menambahkan, pihaknya tengah berhati-hati melakukan penyelidikan terhadap kasus pembakaran ini. Sejumlah saksi dan orang-orang terdekat masih diperiksa, dan tak mau terburu menyimpulkan cinta segitiga menjadi motif di baliknya.

Baca juga: COVID-19 Menggila, 1 Pejabat di Pemkab Batanghari Meninggal Dunia

Saat ini polisi masih menunggu saksi kunci, yakni dari korban pembakaran . Mengingat saat kejadian tak ada saksi lain yang ada. Namun kondisi korban yang masih menjalani perawatan intensif di RS Wava Husada Kepanjen, menjadikan polisi masih belum memintai keterangan kepada korban.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1634 seconds (10.177#12.26)