Gempar Ibu Muda Cantik Melahirkan di Pembalut, Penolongnya Wanita Hamil Tua
Senin, 19 April 2021 - 18:21 WIB
loading...
Ti Ainsyah (35) warga Gampong Dayah Leubeu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sempat ikut menolong membantu Raudatul Jannah saat melahirkan bayi. Foto/iNews TV/Jamal Pangwa
A
A
A
PIDIE JAYA - Seorang wanita hamil tua bernama Ti Ainsyah (35) warga Gampong Dayah Leubeu, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sempat ikut menolong membantu Raudatul Jannah saat melahirkan bayi di dalam pembalut di ruang persalinan rumah sakit umum daerah Pidie Jaya, Aceh, Jumat (16/4/2021) sekitar jam 02.30 WIB dini hari.
Baca juga: Aceh Gempar, Ibu Muda Cantik Warga Pidie Jaya Melahirkan Bayi Dalam Pembalut
Ti Ainsyah merupakan pasien yang di rawat satu ruangan dengan Raudatul Jannah (24) pasien yang melahirkan dalam pembalut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, Aceh, di duga akibat lambatnya penanganan dari pihak tim medis rumah sakit tersebut.
Menurut cerita Ti Ainsyah mengaku trauma dengan peristiwa persalinan yang dialami pasien di sebelah ranjangnya, persalinan tanpa adanya pertolongan dari pihak medis yang maksimal terhadap pasien sehingga melahirkan dalam pembalut. "Dengan kejadian seperti ini saya sendiri menjadi trauma mau melahirkan di RSUD Pidie Jaya, kalau manajemen pelayanannya seperti ini," sebut Ti Ainsyah.
Baca juga: Miris, Diduga Akibat Arogansi Anggota Satpol PP Ratusan Telur Ayam Pecah di Jalan
Lebih lanjut kata dia, Bahwa saat ini sudah memiliki empat orang anak dan ini hamil anak kelima , tapi belum pernah sebelumnya melihat dan merasakan proses persalinan seperti yang di alami oleh pasien Raudatul Jannah, melahirkan di pembalut.
"Saya ini hamil anak kelima, tapi saya belum pernah melihat dan merasakan proses persalinan seperti itu. Biasanya setiap ibu hamil yang mau melahirkan di rumah sakit atau klinik ada pendampingnya dari para paramedis, yang selalu mengecek kondisi pasien secara berkala," terangnya.
Ti Ainsyah sama sekali tak menduga bahwa pelayanan medis di RSUD Pidie Jaya sangat amburadul, dia dengan mata kepalanya menyaksikan serta ikut membantu persalinan pasien sekamar dengannya bersalin dalam pembalut di ruang persalinan rumah sakit.
Baca juga: Narmada Lombok Barat Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Terlibat Perang Petasan
Peristiwa yang di alami oleh Raudatul Jannah berada di Ruang Keupula, ruang persalinan ibu dan anak RSUD Pidie Jaya, pada Jumat (16/4/2021) lalu, sekitar pukul 02.30 wib dini hari. Menurut kisah cerita dari pada Ti Ainsyah bahwa kejadiannya berawal saat Raudatul Jannah tengah hamil besar dan mengalami pecah ketuban , pihak keluarga melaporkan ke petugas medis yang piket malam di ruangan keupul, tapi pihak medis hanya menyarankan agar pasien dipakaikan pembalut.
"Kejadiannya tengah malam, pasien mengalami pecah ketuban , pihak keluarga laporkan ke petugas medis yang piket, keluarga pasien langsung memanggil petugas untuk meminta pertolongan terkait kondisi pasien yang sudah mulai nyeri dan pecah ketuban , bukan malah di tolong mendatangi pasien, petugas piket hanya memerintahkan keluarga pasien untuk memakaikan pembalut," jelasnya.
Baca juga: Gempar Nabi ke-26, KTP Jozeph Paul Zhang Diselidiki Disdukcapil Salatiga
Keluarga awalnya tidak mengetahui proses persalinan itu, mereka baru menyadari ketika kepala bayi mulai terlihat, lalu si pasien mengeluh dan meminta pertolongan sang ibu untuk membantu melahirkan.
"Saya dan ibu pasien yang membantu proses persalinan itu, tidak ada bantuan para medis, saya yang menyuruh buka pembalut pada ibu pasien, begitu di buka anaknya sudah lahir," tegas Ti Ainsyah.
Kemudian kakak ipar pasien memanggil petugas untuk meminta tolong karena tali pusarnya belum terpotong, lantas petugas datang memontong tali pusar ketika sang bayi sudah keluar.
Baca juga: Medan Mencekam, Minggu Dini Hari Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran
Maka dia berharap kepada pihak pimpinan daerah Pidie Jaya agar segera mungkin membenahi manajemen RSUD Pidie Jaya, agar ke depan pelayanannya lebih optimal dan maksimal, jangan sampai ada kasus Raudatul Jannah terulang.
Baca juga: Aceh Gempar, Ibu Muda Cantik Warga Pidie Jaya Melahirkan Bayi Dalam Pembalut
Ti Ainsyah merupakan pasien yang di rawat satu ruangan dengan Raudatul Jannah (24) pasien yang melahirkan dalam pembalut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, Aceh, di duga akibat lambatnya penanganan dari pihak tim medis rumah sakit tersebut.
Menurut cerita Ti Ainsyah mengaku trauma dengan peristiwa persalinan yang dialami pasien di sebelah ranjangnya, persalinan tanpa adanya pertolongan dari pihak medis yang maksimal terhadap pasien sehingga melahirkan dalam pembalut. "Dengan kejadian seperti ini saya sendiri menjadi trauma mau melahirkan di RSUD Pidie Jaya, kalau manajemen pelayanannya seperti ini," sebut Ti Ainsyah.
Baca juga: Miris, Diduga Akibat Arogansi Anggota Satpol PP Ratusan Telur Ayam Pecah di Jalan
Lebih lanjut kata dia, Bahwa saat ini sudah memiliki empat orang anak dan ini hamil anak kelima , tapi belum pernah sebelumnya melihat dan merasakan proses persalinan seperti yang di alami oleh pasien Raudatul Jannah, melahirkan di pembalut.
"Saya ini hamil anak kelima, tapi saya belum pernah melihat dan merasakan proses persalinan seperti itu. Biasanya setiap ibu hamil yang mau melahirkan di rumah sakit atau klinik ada pendampingnya dari para paramedis, yang selalu mengecek kondisi pasien secara berkala," terangnya.
Ti Ainsyah sama sekali tak menduga bahwa pelayanan medis di RSUD Pidie Jaya sangat amburadul, dia dengan mata kepalanya menyaksikan serta ikut membantu persalinan pasien sekamar dengannya bersalin dalam pembalut di ruang persalinan rumah sakit.
Baca juga: Narmada Lombok Barat Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Terlibat Perang Petasan
Peristiwa yang di alami oleh Raudatul Jannah berada di Ruang Keupula, ruang persalinan ibu dan anak RSUD Pidie Jaya, pada Jumat (16/4/2021) lalu, sekitar pukul 02.30 wib dini hari. Menurut kisah cerita dari pada Ti Ainsyah bahwa kejadiannya berawal saat Raudatul Jannah tengah hamil besar dan mengalami pecah ketuban , pihak keluarga melaporkan ke petugas medis yang piket malam di ruangan keupul, tapi pihak medis hanya menyarankan agar pasien dipakaikan pembalut.
"Kejadiannya tengah malam, pasien mengalami pecah ketuban , pihak keluarga laporkan ke petugas medis yang piket, keluarga pasien langsung memanggil petugas untuk meminta pertolongan terkait kondisi pasien yang sudah mulai nyeri dan pecah ketuban , bukan malah di tolong mendatangi pasien, petugas piket hanya memerintahkan keluarga pasien untuk memakaikan pembalut," jelasnya.
Baca juga: Gempar Nabi ke-26, KTP Jozeph Paul Zhang Diselidiki Disdukcapil Salatiga
Keluarga awalnya tidak mengetahui proses persalinan itu, mereka baru menyadari ketika kepala bayi mulai terlihat, lalu si pasien mengeluh dan meminta pertolongan sang ibu untuk membantu melahirkan.
"Saya dan ibu pasien yang membantu proses persalinan itu, tidak ada bantuan para medis, saya yang menyuruh buka pembalut pada ibu pasien, begitu di buka anaknya sudah lahir," tegas Ti Ainsyah.
Kemudian kakak ipar pasien memanggil petugas untuk meminta tolong karena tali pusarnya belum terpotong, lantas petugas datang memontong tali pusar ketika sang bayi sudah keluar.
Baca juga: Medan Mencekam, Minggu Dini Hari Ratusan Pemuda Bersenjata Terlibat Tawuran
Maka dia berharap kepada pihak pimpinan daerah Pidie Jaya agar segera mungkin membenahi manajemen RSUD Pidie Jaya, agar ke depan pelayanannya lebih optimal dan maksimal, jangan sampai ada kasus Raudatul Jannah terulang.
(eyt)
Lihat Juga :