Bertemu Sambil Ngopi, Bupati Ngawi-Blora Bahas Pembangunan Perbatasan
Senin, 01 Maret 2021 - 05:09 WIB
loading...
Bupati Blora, H. Arief Rohman (kiri) saat bertemu Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono ST, MH. untuk membahas pembangunan di perbatasan dua daerah.
A
A
A
BLORA - Setelah dilantik, Bupati Blora, H. Arief Rohman langsung tancap gas menjalin kerjasama dengan banyak pihak. Salah satunya manggandeng Pemkab Ngawi untuk kerjasama membangun perbatasan Blora-Ngawi.
Setelah pertengahan Februari lalu bertemu Bupati Bojonegoro, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menemui Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono ST, MH. sambil ngopi bareng.
"Ya, tadi dengan suasana santai, kita duduk bersama berdiskusi sekaligus berkoordinasi sambil menikmati secangkir kopi. Salah satunya membahas pematangan konsep peningkatan ruas jalan Randublatung - Getas hingga Banjarejo Ngawi dan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko," ungkap Arief Rohman.
Baca juga: Banjir Terjang Panti Rehabilitasi, Pengurus Panti Berjibaku Evakuasi Pasien Gangguan Jiwa
Menurutnya kedua rencana pembangunan ini butuh koordinasi dengan pimpinan daerah untuk percepatan. "Keduannya, peningkatan ruas Jl Randublatung - Getas - Banjarejo Ngawi dan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Bengawan Solo merupakan usulan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2019. Sehingga kita yang ada di daerah harus mendukung sepenuhnya," jelasnya.
Dia menambahkan, di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur, terdapat kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati, yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.
Jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat. "Di Getas ada Kampus Fakultas Kehutanan UGM. Selama ini aksesnya dari Ngawi juga belum optimal. Sehingga kita perlu kerjasama," imbuhnya.
Setelah pertengahan Februari lalu bertemu Bupati Bojonegoro, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini menemui Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono ST, MH. sambil ngopi bareng.
"Ya, tadi dengan suasana santai, kita duduk bersama berdiskusi sekaligus berkoordinasi sambil menikmati secangkir kopi. Salah satunya membahas pematangan konsep peningkatan ruas jalan Randublatung - Getas hingga Banjarejo Ngawi dan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko," ungkap Arief Rohman.
Baca juga: Banjir Terjang Panti Rehabilitasi, Pengurus Panti Berjibaku Evakuasi Pasien Gangguan Jiwa
Menurutnya kedua rencana pembangunan ini butuh koordinasi dengan pimpinan daerah untuk percepatan. "Keduannya, peningkatan ruas Jl Randublatung - Getas - Banjarejo Ngawi dan Bendung Gerak Karangnongko yang akan membendung Bengawan Solo merupakan usulan proyek strategis nasional yang tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2019. Sehingga kita yang ada di daerah harus mendukung sepenuhnya," jelasnya.
Dia menambahkan, di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur, terdapat kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati, yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.
Jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat. "Di Getas ada Kampus Fakultas Kehutanan UGM. Selama ini aksesnya dari Ngawi juga belum optimal. Sehingga kita perlu kerjasama," imbuhnya.
Lihat Juga :