Marak Anak Gugat Orang Tua, Ini Kata Pakar Psikologi Untag Surabaya
Minggu, 31 Januari 2021 - 20:49 WIB
loading...
Fenomena anak gugat orang tua kandung menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Akhir-akhir ini marak seorang anak menyeret orang tua kandungnya ke meja hijau. Fenomena inipun menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Terbaru yang cukup menyita perhatian publik adalah kasus anak gugat ayah di Bandung .
Baca juga: Ini Testimoni Deden Penggugat Ayah Renta di Bandung yang Tulus Meminta Maaf
RE Koswara, lelaki tua berusia 85 tahun harus menghadapi kenyataan pahit berurusan dengan hukum setelah digugat anak-anak kandungnya sendiri ke pengadilan. Entah setan apa yang merasuki si anak. Meski beberapa kasus berakhir damai dengan mediasi, namun secara etika peristiwa tersebut tentu tidak etik.
Pakar psikologi Untag Surabaya, Rr. Amanda Pasca Rini, menuturkan fenomena anak menggugat orang tua itu disebabkan oleh rendahnya attachment behavior atau tingkah laku lekat antara anak dan orang tua . "Ini merupakan suatu hubungan yang didukung oleh tingkah laku lekat (attachment behavior) yang dirancang untuk memelihara hubungan tersebut," tuturnya.
Baca juga: Bawa Istri Orang, Mobil Kades di Rembang Dirusak di Jalur Pantura
Kaprodi Magister Psikologi Untag Surabaya ini mengatakan, tingkah laku lekat harus ditanamkan pada setiap keluarga agar fenomena anak gugat orang tua tidak terjadi. Karena efek dari keluarga yang punya attcehment behavior adalah mendekatnya ibu pada anak, bapak pada anak.
Baca juga: Ini Testimoni Deden Penggugat Ayah Renta di Bandung yang Tulus Meminta Maaf
RE Koswara, lelaki tua berusia 85 tahun harus menghadapi kenyataan pahit berurusan dengan hukum setelah digugat anak-anak kandungnya sendiri ke pengadilan. Entah setan apa yang merasuki si anak. Meski beberapa kasus berakhir damai dengan mediasi, namun secara etika peristiwa tersebut tentu tidak etik.
Pakar psikologi Untag Surabaya, Rr. Amanda Pasca Rini, menuturkan fenomena anak menggugat orang tua itu disebabkan oleh rendahnya attachment behavior atau tingkah laku lekat antara anak dan orang tua . "Ini merupakan suatu hubungan yang didukung oleh tingkah laku lekat (attachment behavior) yang dirancang untuk memelihara hubungan tersebut," tuturnya.
Baca juga: Bawa Istri Orang, Mobil Kades di Rembang Dirusak di Jalur Pantura
Kaprodi Magister Psikologi Untag Surabaya ini mengatakan, tingkah laku lekat harus ditanamkan pada setiap keluarga agar fenomena anak gugat orang tua tidak terjadi. Karena efek dari keluarga yang punya attcehment behavior adalah mendekatnya ibu pada anak, bapak pada anak.
Lihat Juga :