Kang Pipit Preman Pensiun, Pernah Jadi Kuli Bangunan hingga Sekuriti
Jum'at, 29 Januari 2021 - 22:11 WIB
loading...
Meninggalnya Kang Pipit Preman Pensiun atau Icha mengejutkan banyak pihak. Foto/iNews.id
A
A
A
BANDUNG - Meninggalnya Kang Pipit Preman Pensiun atau Icha mengejutkan banyak pihak. Selama ini, pria berusia 59 tahun ini masih tampak bugar saat tampil di layar kaca, menghiasi stasiun RCTI.
Baca juga: Kang Pipit Preman Pensiun Tinggalkan Istri, 4 Anak dan 4 Cucu Siapa kira, Tuhan Yang Maha Kuasa memanggilnya saat dia sedang naik daun. Karena, sebelum menjadi pemain sinetron Preman Pensiun, perjuangan Pipit mengarungi perjuangan hidup cukup panjang.
Baca juga: Kediaman Almarhum Kang Pipit Preman Pensiun di Bandung Dipenuhi Pelayat
Menurut adik almarhum, Nani Suryani, sebelum menjadi pemain Preman Pensiun, Pipit berprofesi sebagai sekuriti di salah satu perusahaan di kawasan Sukajadi. Dari sanalah, dia mengetahui ada casting pemain Pemain Preman Pensiun hingga bisa diterima.
![Kang Pipit Preman Pensiun, Pernah Jadi Kuli Bangunan hingga Sekuriti]()
Kerabat dan pelayat berdatangan ke rumah Kang Pipit Preman Pensiun diRancaekek, Kabupaten Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
"Tapi sebelum jadi sekuriti, almarhum sehari hari bekerja sebagai buruh lepas bangunan. Dia biasa bekerja kemana mana untuk menghidupi anak dan istrinya," ungkapnya.
Baca juga: Kang Pipit Preman Pensiun Tinggalkan Istri, 4 Anak dan 4 Cucu Siapa kira, Tuhan Yang Maha Kuasa memanggilnya saat dia sedang naik daun. Karena, sebelum menjadi pemain sinetron Preman Pensiun, perjuangan Pipit mengarungi perjuangan hidup cukup panjang.
Baca juga: Kediaman Almarhum Kang Pipit Preman Pensiun di Bandung Dipenuhi Pelayat
Menurut adik almarhum, Nani Suryani, sebelum menjadi pemain Preman Pensiun, Pipit berprofesi sebagai sekuriti di salah satu perusahaan di kawasan Sukajadi. Dari sanalah, dia mengetahui ada casting pemain Pemain Preman Pensiun hingga bisa diterima.

Kerabat dan pelayat berdatangan ke rumah Kang Pipit Preman Pensiun diRancaekek, Kabupaten Bandung. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
"Tapi sebelum jadi sekuriti, almarhum sehari hari bekerja sebagai buruh lepas bangunan. Dia biasa bekerja kemana mana untuk menghidupi anak dan istrinya," ungkapnya.
Lihat Juga :