Kisah Ajudan Pribadi Tohjaya Raja Singasari Berbalik Lawan Majikan
Jum'at, 14 Maret 2025 - 06:39 WIB
loading...
Raja Singasari Tohjaya pernah memerintahkan ajudannya, Lembu Ampal untuk membunuh Ranggawuni dan Mahisa Cempaka, yang juga menjadi pewaris tahta Singasari. FOTO/IST
A
A
A
LEMBU Ampal sebagai ajudan pribadi Tohjaya, penguasa Kerajaan Tumapel atau Singasari , pernah diminta tugas khusus untuk membunuh seseorang. Tak main-main ia diminta Tohjaya membunuh dua orang yakni Ranggawuni dan Mahisa Cempaka, yang juga menjadi pewaris tahta Singasari.
Tohjaya, anak kandung Ken Arok hasil pernikahannya dengan Ken Umang, memang berhasrat menyingkirkan keponakannya, atas hasutan pembantunya Pranaraja. Hasutan Pranaraja menganggap Ranggawuni dan Mahisa Campaka, dianggap bisa menjadi musuh berbahaya.
Perintah pembunuhan disampaikan Tohjaya ke Lembu Ampal. Namun sang pangeran Ranggawuni dan Mahisa Cempaka, ternyata dilindungi oleh pegawai Istana yang berpengaruh bernama Panji Patipati, sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan".
Baca juga: Pengamanan Istana Singasari Diperketat usai Anusapati Habisi Nyawa Ken Arok
Setelah ketahuan dan takut mendapat hukuman dari Tohjaya, Lembu Ampal memilih bergabung dengan kelompok Ranggawuni. Lembu Ampal kemudian melakukan adu domba di dalam tubuh angkatan perang Singasari, sehingga tercipta kekacauan.
Tohjaya, anak kandung Ken Arok hasil pernikahannya dengan Ken Umang, memang berhasrat menyingkirkan keponakannya, atas hasutan pembantunya Pranaraja. Hasutan Pranaraja menganggap Ranggawuni dan Mahisa Campaka, dianggap bisa menjadi musuh berbahaya.
Perintah pembunuhan disampaikan Tohjaya ke Lembu Ampal. Namun sang pangeran Ranggawuni dan Mahisa Cempaka, ternyata dilindungi oleh pegawai Istana yang berpengaruh bernama Panji Patipati, sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan".
Baca juga: Pengamanan Istana Singasari Diperketat usai Anusapati Habisi Nyawa Ken Arok
Setelah ketahuan dan takut mendapat hukuman dari Tohjaya, Lembu Ampal memilih bergabung dengan kelompok Ranggawuni. Lembu Ampal kemudian melakukan adu domba di dalam tubuh angkatan perang Singasari, sehingga tercipta kekacauan.
Lihat Juga :