Ceramah di Masjid Salman ITB, Anies Baswedan Ingatkan Pentingnya Berpikir Kritis demi Indonesia
Sabtu, 08 Maret 2025 - 23:18 WIB
loading...
Anies Baswedan memberikan ceramah di Masjid Salman ITB, Bandung, Sabtu (8/3/2025). Dalam ceramahnya, Anies menekankan tentang pentingnya berpikir kritis. Foto/YouTube Salman.tv
A
A
A
BANDUNG - Anies Baswedan memberikan ceramah di Masjid Salman ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung, Sabtu (8/3/2025). Dalam ceramahnya, Anies menekankan tentang pentingnya berpikir kritis.
Anies hadir di Masjid Salman ITB sekitar pukul 17.30 WIB. Anies yang mengenakan kemeja putih dibalut jas dan peci hitam dengan kacamata khasnya, disambut ribuan jemaah. Setelah berbuka puasa bersama, Anies melaksanakan salat magrib berjamaah.
Baca juga: Ceramah di Masjid UGM Dipadati Ribuan Jemaah, Anies Baswedan Selalu Dinanti
Sebelum ceramah dimulai, terlebih dulu dilaksanakan salat tarawih berjamaah dipimpin oleh Imam Muda Masjid Salman ITB Muhammad Farhan Rasyid.
Salat tarawih berjamaah itu diikuti oleh lebih dari 1.000 jemaah yang memenuhi setiap sudut Masjid Salman ITB. Tampak pula Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara.
Anies yang akrab disapa Abah Anies oleh pendukungnya itu mengawali ceramahnya dengan memuji Masjid Salman ITB sebagai masjid perjuangan yang jejaknya dicatat dalam tinta emas perjuangan mahasiswa.
"Insya Allah lebih banyak lagi alumni yang mewarnai dari Masjid Salman ITB ini," kata Anies.
Baca juga: Mengamati Pergerakan Mantan-mantan Gubernur Jakarta saat Momen Sertijab Pramono-Rano, di Mana Jokowi?
"Saya bersyukur bisa kembali ke Masjid Salman. Nampaknya agak penuh ya malam ini. Suasananya agak remang-remang di sini. Bukan karena efesiensi yaa? Tapi di bagian imam, terang benderang," ujar Anies, disambut tawa para jemaah.
Menurut Anies, Masjid Salman ITB mengingatkan tentang perjuangan. Sebab Nabi Muhammad SAW menegaskan, masjid bukan sekadar tempat beribadah, tapi tempat mencerahkan, pusat peradaban, banyak urusan di masjid.
"Demokrasi adalah berpikir kritis. Nabi Muhammad, memimpin di Madinah selama 10 tahun, dari tahun 622 sampai 632. Pada masa itu, musyawarah dan kesetaraan hadir," tuturnya.
Anies hadir di Masjid Salman ITB sekitar pukul 17.30 WIB. Anies yang mengenakan kemeja putih dibalut jas dan peci hitam dengan kacamata khasnya, disambut ribuan jemaah. Setelah berbuka puasa bersama, Anies melaksanakan salat magrib berjamaah.
Baca juga: Ceramah di Masjid UGM Dipadati Ribuan Jemaah, Anies Baswedan Selalu Dinanti
Sebelum ceramah dimulai, terlebih dulu dilaksanakan salat tarawih berjamaah dipimpin oleh Imam Muda Masjid Salman ITB Muhammad Farhan Rasyid.
Salat tarawih berjamaah itu diikuti oleh lebih dari 1.000 jemaah yang memenuhi setiap sudut Masjid Salman ITB. Tampak pula Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara.
Anies yang akrab disapa Abah Anies oleh pendukungnya itu mengawali ceramahnya dengan memuji Masjid Salman ITB sebagai masjid perjuangan yang jejaknya dicatat dalam tinta emas perjuangan mahasiswa.
"Insya Allah lebih banyak lagi alumni yang mewarnai dari Masjid Salman ITB ini," kata Anies.
Baca juga: Mengamati Pergerakan Mantan-mantan Gubernur Jakarta saat Momen Sertijab Pramono-Rano, di Mana Jokowi?
"Saya bersyukur bisa kembali ke Masjid Salman. Nampaknya agak penuh ya malam ini. Suasananya agak remang-remang di sini. Bukan karena efesiensi yaa? Tapi di bagian imam, terang benderang," ujar Anies, disambut tawa para jemaah.
Menurut Anies, Masjid Salman ITB mengingatkan tentang perjuangan. Sebab Nabi Muhammad SAW menegaskan, masjid bukan sekadar tempat beribadah, tapi tempat mencerahkan, pusat peradaban, banyak urusan di masjid.
"Demokrasi adalah berpikir kritis. Nabi Muhammad, memimpin di Madinah selama 10 tahun, dari tahun 622 sampai 632. Pada masa itu, musyawarah dan kesetaraan hadir," tuturnya.
Lihat Juga :