PPKM Dinilai Belum Efektif Tekan Kasus COVID-19 di Jawa Timur

Jum'at, 22 Januari 2021 - 20:29 WIB
loading...
PPKM Dinilai Belum Efektif...
Kebijakan PPKM di belasan daerah di Jawa Timur sudah berlangsung selama 12 hari. Namun hingga kini angka kasus baru COVID-19 tak menunjukkan angka penurunan. Foto dok SINDOnews
A A A
SURABAYA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) di belasan daerah di Jawa Timur (Jatim) sudah berlangsung selama 12 hari. Namun hingga kini angka kasus baru COVID-19 tak menunjukkan angka penurunan. Data infocovid19.jatimprov.go.id menunjukkan, per Kamis (21/1/2021), angka kasus COVID-19 di Jatim bertambah 1.134 orang. Total kasus COVID-19 terkonfirmasi di Jatim ada 103.286 kasus.

Menurut Pakar Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo, PPKM saat ini kurang efektif dibanding Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pada saat PSBB , ada pembatasan aktivitas masyarakat yang sangat ketat. Terutama di Surabaya Raya dan Malang Raya. Hanya yang berhubungan dengan kebutuhan pokok dan kesehatan yang masih boleh beroperasi.

“Pembatasan yang diberlakukan saat ini hampir tidak sesuai dengan namanya. Sebab kegiatan non esensial tetap boleh dilakukan. Pembatasan yang dulu ketat saja kurang efektif, apalagi sekarang hanya ngerem sedikit,” katanya, Jumat (22/1/2021). Baca juga: Mengkhawatirkan, Keterisian Tempat Tidur RS COVID-19 Per Daerah di Atas 80%

Dia menilai, bertambahnya kasus COVID-19 di Jatim juga dipengaruhi kedisiplinan protokol kesehatan di masyarakat yang mulai menurun. Dulu masyarakat yang mengenakan disiplin protokol kesehatan (prokes) mencapai 75%. Saat ini hanya 50%. Dia menyarankan agar pemerintah melakukan pembatasan pergerakan keluar masuk masyarakat.

Sebab, rantai penularan virus bisa diputus dengan pembatasan pergerakan dan pembatasan interaksi."Saya harap pemerintah lebih gencar dalam melakukan testing dan tracing. Sehingga kasus yang ada di bawah permukaan cepat teratasi serta menghentikan penularan,” terangnya. Baca juga: Banyak Panti Pijat Nekat Buka Selama PPKM, Petugas Bakal Tindak

Penularan virus, kata dia, hanya bisa dihentikan jika ada pembatasan pergerakan sosial. Jadi, bukan hanya sebatas memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun. Menjaga jarak lebih dari 2 meter, kata dia, mengurasi risiko penularan hingga 85%. "Sehingga tinggal 15%. Mengenakan masker medis 70%. Mengenakan masker kain 45% dan cuci tangan pakai sabun sebesar 35%. Jadi, meskipun mengenakan masker, tapi tidak menjaga jarak, risiko penularan tetap tinggi. Intinya batasi pergerakan," kata dr Windhu.

Di sisi lain, dia memprediksi Jatim sedang menuju gelombang kedua kasus COVID-19 . Jika tidak ada antisipasi yang tepat terhadap mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun 2020, pada awal Januari 2021, kasus aktif di Jatim akan meningkat signifikan. "Kami meminta agar pemerintah segera mengambil kebijakan yang bisa membatasi interaksi antar orang. Ini merupakan satu-satunya cara mengendalikan kasus COVID-19," terangnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Konsisten Dukung Program...
Konsisten Dukung Program Pemerintah, SiCepat Raih Penghargaan BAZNAS dan PPKM Award
Belanja Online Jadi...
Belanja Online Jadi Gaya Hidup, E-Commerce Diyakini AkanTetap Tumbuh
PPKM Berakhir, Pusat...
PPKM Berakhir, Pusat Kuliner Baru Lahir di Perbatasan Banten
Aturan Perayaan Malam...
Aturan Perayaan Malam Tahun Baru di Kota Malang Setelah PPKM Dicabut
Pemberlakuan PPKM Dicabut,...
Pemberlakuan PPKM Dicabut, Masker Bakal Tak Wajib di Solo
Warga Bandung Terkonfirmasi...
Warga Bandung Terkonfirmasi Covid-19 Varian XBB, Dinkes Sebut Pasien Sudah Sembuh
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
Berita Terkini
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
Infografis
7 Pantai Pasir Putih...
7 Pantai Pasir Putih di Jawa Timur, Ada yang Mirip Tanah Lot Bali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved