Awal Tahun Banyak Gunung Api Aktif, Ini Penjelasan Ahli ITB

loading...
Awal Tahun Banyak Gunung Api Aktif, Ini Penjelasan Ahli ITB
Sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami kenaikan aktivitas dalam beberapa pekan terakhir.Foto/ilustrasi
BANDUNG - Sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami kenaikan aktivitas dalam beberapa pekan terakhir. Diantaranya Gunung Sinabung, Gunung Semeru, Gunung Merapi, dan lainnya. Lalu kenapa gunung tersebut cenderung bersamaan mengalami kenaikan aktivitas.

Volkanolog dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, S.T., M.T. dalam keterangan resmi ITB menyatakan, setidaknya terdapat tiga faktor utama mengapa gunung api bisa meletus. Pertama karena kondisi di bawah dapur magma, kedua kondisi di dalam dapur magma, dan ketiga kondisi di atas dapur magma atau permukaan gunung.

Baca juga: Soal Suara Dentuman di Cimahi dan Bandung, Ini Penjelasan BMKG

“Jadi pada prinsipnya gunung api meletus itu terjadi karena ada ketidakstabilan di dalam dapur magma. Karena ketidakstabilan tersebut kemudian dikonversikan menjadi letusan,” kata dia.



Dia menjelaskan, faktor pertama, yaitu kondisi di bawah dapur magma. Hal ini berkaitan dengan adanya pasokan (supply) magma baru. Proses tersebut berkaitan dengan proses geologi di mana adanya subduksi, palung, adanya pemekaran lantai samudra, dan terdapat titik panas. Selama proses tektonik tersebut bekerja maka proses pembentukan pasokan magma baru akan terjadi.

“Akibatnya ketika magma baru itu terbentuk dia bergabung dengan magma yang sudah ada di dalam dapur magma. Nah ketika terjadi kelebihan volume maka kelebihannya itu harus dikeluarkan sehingga terjadilah erupsi,” ungkapnya.

Dia menegaskan, bahwa erupsi yang disebabkan oleh faktor pertama sifatnya siklus, yang bisa dipelajari, ada rentang waktunya, dan volumenya relatif sama.



Baca juga: Bencana Alam, BPBD Kota Cimahi Sebut Banjir dan Puting Beliung Mendominasi
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top