Diduga Akibat Persoalan Anggaran, Jenazah COVID-19 di Palopo Terlantar

loading...
Diduga Akibat Persoalan Anggaran, Jenazah COVID-19 di Palopo Terlantar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, M. Taupiq. Foto/iNews TV/Nasruddin Rubak
PALOPO - Dugaan penelantaran jenazah COVID-19 di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang marak terjadi akhir-akhir ini, diduga akibat kelemahan dalam pengelolaan refocusing anggaran oleh Dinas Kesehatan Kota Palopo.

Baca juga: Hasil Tes Negatif, Keluarga Pindahkan Jenazah dari Pemakaman COVID-19 ke TPU

Di tahun 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo menyediakan alokasi anggaran untuk penanganan COVID-19 sebesarRp 17,9 miliar. Selain dari APBD, Pemkot Palopo juga mendapat sejumlah bantuan dari berbagai lembaga swasta baik tunai maupun bantuan barang.

Sayangnya, masih terjadi persoalan dalam penanganan pasien, dan jenazah positif COVID-19 yang harus segera dimakamkan dengan protokol kesehatan. Para dokter dan perawat yang melakukan pemulasaran jenazah COVID-19 hanya mengandalkan klaim BPJS Kesehatan.





"Rumah sakit swasta dan pemerintah tetap sama, pemulasaran jenazah COVID-19 dibayarkan pemerintah pusat melalui BPJS Kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, M. Taupiq.

Ia menjelaskan, bahwa pemerintah daerah baru akan menanggung biaya pemulasaran jika pasien COVID-19 meninggal di rumah. "Dari dana daerah digunakan kalau pasien meninggal bukan di rumah sakit, tapi meninggalnya di rumah," jelasnya.



Baca juga: Penculik dan Pembunuh Anak Pejabat yang Gemparkan Karawang Ditangkap, Ini Lokasi Ekskusinya
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top