Peserta Didik Rentan Terpapar COVID-19, KBM Tatap Muka Diminta Ditunda
Senin, 28 Desember 2020 - 20:45 WIB
loading...
Ketua PAGI, MQ Iswara khawatir terhadap rencana pemerintah yang akan membuka KBM tatap muka mulai awal 2021 mendatang. Foto/Dok.SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) meminta pemerintah menunda pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka atas dasar pertimbangan keamanan dan keselamatan peserta didik.
Ketua PAGI, MQ Iswara menyatakan kekhawatirannya terhadap rencana pemerintah yang akan membuka KBM tatap muka mulai awal 2021 mendatang. Menurutnya, rencana tersebut sangat berisiko di tengah masih tingginya tingkat penularan COVID-19.
(Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Pasca Liburan, RSHS Siapkan 250 Ruang Isolasi)
Iswara menegaskan, tuntutan KBM tatap muka sejatinya harus dipertimbangkan secara matang mengingat banyaknya faktor yang sangat krusial, di antaranya keamanan dan kesehatan segenap civitas akademika.
(Baca juga: Tragis, Bocah 10 Tahun Meregang Nyawa, Kepalanya Tertembak Senapan Angin Tetangga)
Menurutnya, meski hadirnya vaksin COVID-19 menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Namun vaksin COVID-19 tidak dapat diakses oleh para peserta didik mengingat segmen usia yang menjadi prioritas sementara adalah warga berusia 18-59 tahun. Hal itu dikhawatirkan membuat peserta didik rentan terpapar COVID-19.
Ketua PAGI, MQ Iswara menyatakan kekhawatirannya terhadap rencana pemerintah yang akan membuka KBM tatap muka mulai awal 2021 mendatang. Menurutnya, rencana tersebut sangat berisiko di tengah masih tingginya tingkat penularan COVID-19.
(Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Pasca Liburan, RSHS Siapkan 250 Ruang Isolasi)
Iswara menegaskan, tuntutan KBM tatap muka sejatinya harus dipertimbangkan secara matang mengingat banyaknya faktor yang sangat krusial, di antaranya keamanan dan kesehatan segenap civitas akademika.
(Baca juga: Tragis, Bocah 10 Tahun Meregang Nyawa, Kepalanya Tertembak Senapan Angin Tetangga)
Menurutnya, meski hadirnya vaksin COVID-19 menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Namun vaksin COVID-19 tidak dapat diakses oleh para peserta didik mengingat segmen usia yang menjadi prioritas sementara adalah warga berusia 18-59 tahun. Hal itu dikhawatirkan membuat peserta didik rentan terpapar COVID-19.
Lihat Juga :