Tragis, Bocah 10 Tahun Meregang Nyawa, Kepalanya Tertembak Senapan Angin Tetangga
Minggu, 27 Desember 2020 - 19:39 WIB
loading...
Tersangka BA diamankan bersama barang bukti senapa angin di Mapolsek Rambang, Muara Enim, Sumsel, Minggu (27/12/2020). Foto/Ist
A
A
A
MUARA ENIM - Tragis. Bocah berusia 10 tahun, Andrean Pratama meregang nyawa karena kepalanya tertembak peluru senapan angin milik BA (18) tetanganya, warga Dusun II, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim , Sumatera Selatan, Minggu (27/12/2020).
(Baca juga: Dua Pemuda Berduel dengan Senjata Parang dan Senapan Angin, 1 Tewas)
Kapolsek Rambang AKP Sutikto menjelaskan, peristiwa yang merenggut nyawa tersebut bermula saat pelaku BA sedang bermain tembak-tembakan di halaman depan rumah korban. Pelaku sempat menyusun batu bata untuk dijadikan target bidikannya.
(Baca juga: Kisah Kesaktian Kiai Nawawi, Suwuk Kebal hingga Kerikil Granat)
Pada saat pelaku sedang membidik, ibu korban mengingatkan untuk berhati-hati menggunakan senjata itu. Sebab ditakutkan mengenai anaknya (korban) yang sedang berada di halaman rumah.
Namun diduga karena sedang konsentrasi dengan sasaran bidikannya, pelaku tidak mendengarkan peringatan dari ibu korban. Setelah itu terdengar suara tembakan, dor!
Saat itu juga Andrean sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Ibu korban yang melihat anaknya terkapar langsung menjerit, karena peluru mengenai kepala anaknya. Dan saat itu pelaku mengaku kepada ibu korban bahwa ia tak sengaja menembak korban.
(Baca juga: Dua Pemuda Berduel dengan Senjata Parang dan Senapan Angin, 1 Tewas)
Kapolsek Rambang AKP Sutikto menjelaskan, peristiwa yang merenggut nyawa tersebut bermula saat pelaku BA sedang bermain tembak-tembakan di halaman depan rumah korban. Pelaku sempat menyusun batu bata untuk dijadikan target bidikannya.
(Baca juga: Kisah Kesaktian Kiai Nawawi, Suwuk Kebal hingga Kerikil Granat)
Pada saat pelaku sedang membidik, ibu korban mengingatkan untuk berhati-hati menggunakan senjata itu. Sebab ditakutkan mengenai anaknya (korban) yang sedang berada di halaman rumah.
Namun diduga karena sedang konsentrasi dengan sasaran bidikannya, pelaku tidak mendengarkan peringatan dari ibu korban. Setelah itu terdengar suara tembakan, dor!
Saat itu juga Andrean sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah. Ibu korban yang melihat anaknya terkapar langsung menjerit, karena peluru mengenai kepala anaknya. Dan saat itu pelaku mengaku kepada ibu korban bahwa ia tak sengaja menembak korban.
Lihat Juga :