Kena PHK Lalu Open BO, Gadis Bali Ini Malah Diperas Oknum Polisi
Jum'at, 18 Desember 2020 - 23:14 WIB
loading...
Nasib pilu itu dialami MIS (21), pekerja hotel yang dirumahkan lalu mencoba menggeluti dunia prostitusi online. Ia mengaku telah diperas oknum anggota polisi. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
DENPASAR - Sudah jatuh tertimpa tangga. Nasib pilu itu dialami MIS (21), pekerja hotel yang dirumahkan lalu mencoba menggeluti dunia prostitusi online . Ia mengaku telah diperas oknum anggota polisi.
Tak terima mendapat perlakuan itu, MIS melaporkan oknum polisi berinisial RCN ke Polda Bali , Jumat (18/12/2020). "Klien saya melaporkan dugaan pemerasan disertai pengancaman," kata Charlie Usfunan, pengacara MIS.
(Baca juga: Digerebek di Kamar Hotel, Artis TA Diduga Terlibat Prostitusi Online)
Dia mengungkapkan, kliennya adalah pekerja hotel di Kuta, Badung yang sejak tiga bulan lalu dirumahkan oleh manajemen hotel akibat dampak pandemi COVID-19.
(Baca juga: Hindari Tes PCR, Terjadi Lonjakan Kedatangan Wisatawan di Bandara Ngurah Rai Bali)
Karena desakan ekonomi, perempuan asal Denpasar ini lalu mencoba masuk ke dunia prostitusi online dengan membuka open BO (booking online) lewat aplikasi Mi Chat.
Dugaan pemerasan bermula ketika MIS digerebek saat sedang melayani tamu di tempat indekosnya di kawasan Denpasar Selatan, Selasa (15/12/2020) lalu.
Tak terima mendapat perlakuan itu, MIS melaporkan oknum polisi berinisial RCN ke Polda Bali , Jumat (18/12/2020). "Klien saya melaporkan dugaan pemerasan disertai pengancaman," kata Charlie Usfunan, pengacara MIS.
(Baca juga: Digerebek di Kamar Hotel, Artis TA Diduga Terlibat Prostitusi Online)
Dia mengungkapkan, kliennya adalah pekerja hotel di Kuta, Badung yang sejak tiga bulan lalu dirumahkan oleh manajemen hotel akibat dampak pandemi COVID-19.
(Baca juga: Hindari Tes PCR, Terjadi Lonjakan Kedatangan Wisatawan di Bandara Ngurah Rai Bali)
Karena desakan ekonomi, perempuan asal Denpasar ini lalu mencoba masuk ke dunia prostitusi online dengan membuka open BO (booking online) lewat aplikasi Mi Chat.
Dugaan pemerasan bermula ketika MIS digerebek saat sedang melayani tamu di tempat indekosnya di kawasan Denpasar Selatan, Selasa (15/12/2020) lalu.
Lihat Juga :