Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Senin, 23 November 2020 - 05:10 WIB
loading...
Kisah Tongggak Kayu...
Benteng Pendem di Lodoyong, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng merupakan saksi bisu kolonialisme Belanda hingga tekad bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Foto/iNews/Ahmad Antoni
A A A
Benteng Pendem atau Gedung Fort Willem I di Lodoyong, Ambarawa , Kabupaten Semarang, Jateng merupakan saksi bisu kolonialisme Belanda hingga tekad bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. (Baca juga: KH Anwar Musaddad, Ulama Besar yang Kerap Merepotkan Pasukan Belanda)

Bangunan yang pernah jadi markas serdadu Belanda itu kini masih tegap berdiri meski masih berselimut misteri. Akses menuju lokasi benteng pendem dapat melalui jalur lingkar Ambarawa atau dekat RSUD dr Gunawan Mangunkusumo. Patokannya, ada gapura berwarna kuning. Jika dari Kota Semarang, dapat ditempuh sekitar 1,5 jam, berkendara motor atau mobil. (Baca juga: Mengungsi dari Amukan Merapi, Warga Tlogolele Sebut "Simbah Buyut Mau Punya Gawe")
Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Setelah sampai di tempat tersebut, pengunjung harus melalui Jalan Kyai Mahfudh Salam atau Jalan Benteng Dalam. Jalan tersebut terbilang kecil, kendaraan roda empat tak bisa jalan bersisihan. Bila tidak melewati tempat itu, bisa juga melewati kompleks militer dan Lapas Ambarawa. Namun tentu saja, harus diperiksa dengan ketat.
(Baca juga: Misteri Pusaka-pusaka Kerajaan Mataram yang Dibuat dari Batu Meteor)

Sekitar satu kilometer dari gerbang berwarna kuning, warga setempat telah menyediakan tempat parkir. Untuk retribusinya, cukup membayar Rp5.000 per orang dan Rp5.000 untuk parkir.
Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Dari lahan parkir, yang langsung terlihat adalah lengkungan gerbang seperti lorong. Bangunan tersebut terlihat begitu kuno. Bagian dinding sudah nampak mengelupas di kanan kiri. Ada kesan seram namun, tak menghilangkan kesan kokoh, elok sekaligus menakjubkan.

Ketua RT 07 Desa Lodoyong Mahmudi mengungkapkan, warga sekitar menyebut bangunan itu sebagai beteng pendem atau benteng terpendam. Selain karena konstruksinya, lokasi benteng ini pun berada di areal persawahan dan dipenuhi belukar.
Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Konon, saat pembangunannya, pondasi benteng pendem ditopang oleh balok-balok kayu jati berukuran besar. “Ceritanya seperti itu, jadi bangunan ini layaknya kapal. Karena berdiri di tengah rawa. Jadi pas gempa Yogya, hampir tidak terasa, bangunannya pun masih utuh,” ungkapnya.

Pensiunan sipir Lapas Ambarawa itu menyebut, peruntukan benteng ini berubah seiring zaman. Di awal pembangunannya, benteng ini diperuntukkan sebagai barak, gudang logistik sekaligus penjara. Ketika Jepang menduduki Jawa, bangunan ini dijadikan sebagai tahanan.
Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Seorang tokoh yang pernah ditahan di sini adalab seorang pejuang sekaligus ulama, yakni Kiai Mahfud Salam. Ia mendiami salah satu blok di benteng pendem, hingga akhirnya meninggal dunia dan dikebumikan di luar kompleks benteng.

“Ada kisah lain, saat pertempuran di Ambarawa atau Palagan Ambarawa yang dipimpin Soedirman (Jenderal Besar TNI), kawasan ini direbut oleh TKR (Tentara Keamanan Rakyat),” beber Mahmudi.
Kisah Tongggak Kayu Jati Penyangga Benteng Pendem, Diguncang Gempa Tetap Utuh

Kini, kompleks benteng pendem masih digunakan sebagai Lapas IIA Ambarawa, rumah dinas sipir dan tentara, sekaligus tempat wisata. Ada sekitar 77 orang yang menghuni lantai dua benteng pendem. Sedangkan, di sisi lain ada ratusan narapidana kriminal dan narkoba yang menghuni lembaga pemasyarakatan.

“Kalau mau ke benteng pendem, hanya bayar Rp5.000 ribu per orang dan ongkos parkir. Setiap hari pasti ada pengunjung. Yang mengelola warga-warga yang tinggal di sini,” sebutnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
Jadwal Buka Puasa dan...
Jadwal Buka Puasa dan Imsakiyah Semarang Sekitarnya Ramadan 2025/1446 H Selama 30 Hari
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved